Demo 4 November: Lima aktivis HMI 'dijadikan tersangka'

demo 4 november Hak atas foto AFP
Image caption Sejumlah laporan media menyebutkan, ketika terjadi kericuhan, ada sejumlah orang yang beratribut HMI di antara massa pendemo.

Lima orang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam, HMI, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyerangan terhadap anggota polisi dalam unjuk rasa 4 November yang berakhir ricuh, kata polisi.

Sebelumnya polisi telah menangkap para aktivis HMI itu pada Senin (07/11) malam. Mereka diciduk di tempat terpisah yaitu di sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan dan di kediaman seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

"Lima orang sudah menjadi tersangka. Mereka masih diperiksa," kata juru bicara Polda Metro Jaya Awi Setiyono kepada BBC Indonesia, Selasa (08/11) pagi.

Kelima orang itu, menurut Awi, melakukan penyerangan terhadap petugas kepolisian saat unjuk rasa menuntut dipenjarakannya Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama diadili.

"Mereka menyerang petugas yang sedang melakukan pengamanan," tambahnya.

Sejumlah pemberitaan menyebutkan, penangkapan ini sempat dipertanyakan oleh aktivis HMI. Mereka menyebut tindakan polisi itu melanggar hukum.

Demonstrasi yang dihadiri puluhan ribu orang, yang dipimpin oleh Front Pembela Islam, Jumat (04/11), semula berjalan relatif tertib. Tetapi sesudah lewat petang, unjuk rasa itu menjadi ricuh.

Sejumlah laporan media menyebutkan, ketika terjadi kericuhan, ada sejumlah orang yang beratribut HMI di antara massa pendemo.

Hak atas foto AP
Image caption Massa yang bertahan di depan istana melempar batu, menyerang polisi dengan tongkat kayu, dan polisi membalasnya dengan tembakan gas air mata dan semprotan air.

Massa yang bertahan di depan istana melempar batu, menyerang polisi dengan tongkat kayu, dan polisi membalasnya dengan tembakan gas air mata dan sempotran air.

Kericuhan ini terjadi setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima sejumlah perwakilan pengunjuk rasa sekitar pukul 18.00.

Pemerintah berjanji untuk menyelesaikan penyelidikan kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta, Basuki TJahaja Purnama alias Ahok.

Dalam jumpa pers mendadak pada Jumat (04/11) malam itu juga, Presiden Joko Widodo menyebut kericuhan itu ditunggangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.

Berita terkait