Melarikan diri dari Myanmar, pengungsi Rohingya ditolak Bangladesh

Protes di Bangladesh Hak atas foto MUNIR UZ ZAMAN/AFP
Image caption Warga Bangladesh menggelar demonstrasi di ibu kota Dhaka untuk memprotes penindasan terhadap etnik Rohingya.

Penjaga perbatasan Bangladesh mengatakan mereka terpaksa mengusir setidaknya 13 perahu yang membawa sejumlah pengungsi etnik Rohingya dari Myanmar.

Para pengungsi dikembalikan ke wilayah perairan Myanmar setelah dicegat di sungai yang memisahkan antara Myanmar dan Bangladesh.

Bangladesh memperketat pengamanan di perbatasan untuk mencegah membanjirnya etnik Rohingya.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan lebih dari 10.000 orang Rohingya telah meninggalkan Myanmar selama beberapa pekan terakhir.

Hak atas foto MUNIR UZ ZAMAN/AFP
Image caption Kamp-kamp tak resmi bermunculan di kota Teknaf yang merupakan kota di Bangladesh dekat perbatasan dengan Rakhine, Myanmar.

Mereka melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine, tempat militer melancarkan operasi terhadap para pemberontak.

Operasi dilancarkan setelah penembakan sembilan penjaga pos perbatasan di Maungdaw, Rakhine, Myanmar, yang berbatasan dengan Bangladesh, Oktober lalu.

Pihak berwenang berpendapat kelompok militan Rohingya melakukan serangan tersebut.

Otoritas Myanmar lantas melancarkan operasi militer besar di Negara Bagian Rakhine, yang menurut sejumlah aktivis, merupakan penghukuman secara kolektif atas semua orang Rohingya.

Operasi militer ini dilaporkan sangat berdampak buruk bagi penduduk sipil.

Rohingya tidak diakui sebagai warga negara oleh Myanmar tetapi sebagai pendatang gelap dari Bangladesh meskipun dari generasi ke generasi mereka sudah tinggal di Rakhine.

Topik terkait

Berita terkait