Sidang ketujuh: Taufik Ismail baca puisi, pendukung Ahok unjuk rasa santai

Ahok Hak atas foto AFP / Getty
Image caption Ahok dalam sidang ke-enam, yang juga mendengarkan keterangan sejumlah saksi.

Penyair Taufik Ismail membacakan puisi di mimbar bebas unjuk rasa anti Ahok di luar sidang gubernur Jakarta itu, sementara para pendukung Ahok juga beraksi dengan mimbar bebas yang santai dan Majelis Hakim mendengar keterangan dari setidaknya lima saksi.

Ini merupakan sidang pengadilan ketujuh untuk dugaan penistaan agama dengan terdakwa gubernur Jakarta non aktif, BasukiTjahaja Purnama alias Ahok. Sidang kali ini masih menghadirkan sejumlah saksi. Namun kali ini, selain tiga saksi pelapor yang diajukan Jaksa, juga akan didengarkan keterangan setidaknya dua saksi fakta.

Dan sebagaimana sidang-sidang sebelumnya, para pendukung dan penentang Ahok menggelar mimbar bebas di luar Gedung Kementerian Pertanian di Rawamangun, Jakarta, yang auditoriumnya digunakan sebagai lokasi sidang.

Sidang dimulai dengan permintaan keterangan kepada saksi fakta.

Yang mendapat giliran pertama adalah Lurah Pulau Panggang Yulihardi, yang ikut hadir saat acara di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang ditandai pidato Ahok yang kemudian jadi perkara.

Dalam tanya jawab dengan hakim, ia mengaku tak mengikuti seluruh pidato Ahok. Disebutkannya, dari satu jam lebih pidato Ahok, ia hanya mengikuti sekitar 30 menit.

Lebih jauh ia mengaku, bahkan tak tahu bahwa Ahok menyebut-nyebut Al Maidah dalam pidato itu. Menurutnya, ia baru mengetahuinya, setelah pidato itu jadi kehebohan.

Saksi fakta yang lain adalah Nurkholis Majid, petugas humas Provinsi DKI Jakarta yang merekam pidato itu.Dipanggil pula tiga saksi pelapor yang belum diperiksa, yaitu Ibnu Baskoro dari Jakarta, Muhammad Asroi Saputra dari Padangsidempuan, dan Iman Sudirman dari Palu.

Sementara itu, di luar gedung, ratusan pendukung Ahok dan penentangnya kembali menggelar mimbar bebas, dipisahkan barikade polisi sejarak sekitar 500 meter.

Di barisan penentang Ahok, tampak orang-orang dengan baju putih dan atribut Front Pembela Islam, FPI. Sebagian dengan jaket atau jas hijau dengan atribut Parmusi.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Taufik Ismail membacakan sajak dan berorasi di mimbar bibas kalangan anti Ahok.

Mereka mengulang seruan agar Ahok ditahan dan dipenjarakan. Yang agak beda kali ini adalah seruan dukungan pada pemimpin mereka, Rizieq Shihab, yang mereka sebut sedang 'dizalimi,' karena diperiksa polisi terkait laporan berbagai kasus oleh berbagai kalangan.

Dalam sidang sebelumnya, untuk pertama kalinya terdengar seruan agar Rizieq Sihab ditangkap.

Dilaporkan wartawan BBC Indonesia Pijar Anugerah, penyair angkatan 66, Taufik Ismail, dengan mengenakan jas Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia), membacakan puisi dan berpidato. Ia menuding, sedang ada gerakan menyudutkan ulama sebagaimana terjadi tahun 1965. Ia tak bisa diminta keterangan lebih lanjut, karena segera dikawal ke tempat lain oleh sejumlah orang.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Para pendukung Ahok, menggelar mimbar bebas dengan suasana riang, sesekali berjoget diiringi musik dari mobil mimbar.

Sementara itu, para pendukung Ahok, menggelar mimbar bebas; mereka dengan suasana lebih riang.

Mereka, sebagian besar berpakaian kotak-kotak hitam-merah-putih, sesekali berjoget-joget mengikuti irama musik yang diputarkan di mobil mimbar.

Koordinator Forum Rakyat Demokrasi, Laode mengatakan mimbar bebas yang mereka gelar memang merupakan semacam penyegaran.

"Melihat saksi yang dihadirkan dalam beberapa kali sidang, saya yakin Ahok akan dinyatakan tidak bersalah," katanya.

Topik terkait

Berita terkait