Nama jalan Yasser Arafat dicabut dari sebuah kota di Israel

Yasser Arafat Hak atas foto Getty/Chris Hondros
Image caption Yasser Arafat memimpin PLO selama 35 tahun dan menjadi Presiden Otoritas Palestina yang pertama.

Sebuah kota kecil warga Arab di Israel mencabut nama jalan yang diabadikan untuk tokoh Palestina, Yaser Arafat, karena keberatan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Jatt, di Israel utara, mencabut nama mantan Ketua Organisasi Pembebasan Paletina, PLO, dan Presiden Otorita Palestina itu setelah PM Netanyahu, Sabtu (04/04), mengatakan jalan-jalan di Israel tidak boleh diberi nama 'para pembunuh orang Israel dan Yahudi',

Banyak warga Palestina yang melihat mendiang Arafat sebagai ikon dalam perjuangan mendirikan negara Palestina namun Israel menganggapnya sebagai teroris.

Mohammed Watad dari Dean Kota Jatt mengatakan kepada stasun TV Israel bahwa nama jalan itu sudah ada selama sembilan tahun.

Anggota parlemen Israel yang merupakan warga Arab, Ayman Odeh, mengkritik pencabutan nama jalan tersebut.

"Sepenuhnya merupakan hak Anda untuk mengatakan 'Saya sepenuhnya menentang pria ini," katanya namun menambahkan Israel juga memberi nama jalan-jalan dengan para tokoh yang kontroversial.

Hak atas foto AP
Image caption Banyak warga Palestina menganggap Arafat sebagai ikon dalam perjuangan Palestina.

"Saya tidak bisa menerima bahwa ini OK namun menyebut nama jalan Yaser Arafat tidak OK."

Arafat selama 35 tahun memimpin PLO, yang bersumpah menghancurkan Israel dan melancarkan sejumlah serangan yang mematikan.

Belakangan dia mengecam kekerasan dan meraih Nobel Perdamaian bersama Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin, dan Menteri Luar Negeri, Shimon Peres, tahun 1994 karena mencapai kesepakatan damai Israel-Palestina.

Hak atas foto AFP
Image caption Yasser Arafat meraih Nobel Perdamaian 1994 bersama Shimon Peres dan Yitzhak Rabin.

Namun banyak warga Israel yang menganggap dia bertanggung jawab atas serangan militan Palestina dari daerah yang dipimpinnya dalam intifida Palestina kedua yang dimulai tahun 2000.

Dia menjabat Presiden Otorita Palestina sepanjang 1994-2004 namun jatuh sakit di Ramallah, Tepi Barat, dan meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Prancis, 11 November 2004 pada usia 75 tahun.

Warga Arab di Israel mencapai sekitar 20% namun banyak yang secara politik dan budaya lebih merasa terikat dengan warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza.

Berita terkait