Anggota parlemen Malaysia: 'Nikahi pemerkosa atasi masalah'

Korban Hak atas foto Getty Images
Image caption Menurut Shabudin Yahaya, tidak apa-apa pemerkosa menikahi korbannya.

Anggota parlemen dari koalisi Barisan Nasional yang berkuasa di Malaysia, Shabudin Yahaya, mendapat kecaman karena mengatakan tidak ada salahnya bagi para pemerkosa menikahi korban dan bahwa sebagian anak perempuan berusia 12 tahun "secara fisik dan spiritual" siap menikah.

Shabudin Yahaya mengatakan pernikahan dapat membantu korban pemerkosaan "menjalani kehidupan yang lebih baik".

Ia mengatakan hal itu dalam debat parlemen tentang proposal dari anggota parlemen kubu koalisi untuk memasukan larangan pernikahan anak-anak ke dalam rancangan undang-undang Kejahatan Seksual terhadap Anak-Anak pada Selasa (05/04).

Usulan itu langsung ditolak oleh mayoritas anggota parlemen.

Shabudin mengatakan meskipun pemerkosaan digolongkan kejahatan, pihak pemerkosa dan korbannya seharusnya "diberi kesempatan kedua untuk membuka lembaran baru".

"Mungkin melalui pernikahan mereka dapat menjalani hidup lebih sehat, hidup lebih baik. Dan orang yang diperkosa tidak perlu menghadapi masa depan suram.

"Setidaknya ia akan mempunyai suami dan hal ini bisa menjadi obat penawar bagi persoalan sosial yang semakin bertambah," katanya.

'Tren mengkhawatirkan'

Dikatakannya sebagian anak-anak "secara fisik dan secara mental" sudah siap menikah.

"Sebagian anak perempuan yang berusia antara 12 hingga 18 tahun mempunyai tubuh layaknya perempuan berusia 18 tahun," jelasnya seraya merujuk pengalamannya ketika masih menjabat sebagai hakim pengadilan syariah.

Ia kemudian memberikan penjelasan bahwa komentarnya diambil di luar konteks.

Sharmila Sekaran dari LSM Malaysia's Voice of the Children mengatakan pernyataan anggota parlemen tersebut mencerminkan "tren mengkhawatirkan" bagi generasi muda perempuan.

"Ada politikus seperti dia, mengeluarkan pernyataan-pernyataan berbahaya dan pandangan kolot. Hal ini hanya memperkuat pandangan bahwa pemerkosaan tidak masalah," kata Sekaran kepada BBC News.

Hak atas foto Facebook
Image caption Banyak warga Malaysia marah atas komentar anggota parlemen Shabudin Yahaya.

Pernyataan Shabudin juga dikecam luas oleh warga Malaysia.

"Pandangannya sangat kolot dan ketinggalan zaman yang seharusnya tidak memiliki tempat dalam masyarakat modern kita," tulis Joshua Hong melalui Facebook.

Sejumlah warga Malaysia lain menyebutnya sebagai "idiot kelas satu", sebagaimana dilaporkan oleh wartawan BBC, Heather Chen. Beberapa orang lainnya berbagi meme di Facebook dan mengecam pernyataan Shabudin Yahaya.

Topik terkait

Berita terkait