Mahkamah Agung Brasil setuju penyelidikan atas presiden

Brasil, Temer Hak atas foto EPA/Fernando Bizerra Jr.
Image caption Lewat pidati di TV, Presiden Michel Temer memperlihatkan kemarahan dan akan menegaskan tidak bersalah.

Presiden Brasil, Michel Temer, menyatakan tidak akan mundur karena dugaan terlibat dalam penyuapan seorang calon saksi dalam skandal korupsi besar.

Sebelumnya Mahkamah Agung Brasil menyetujui penyelidikan atas tuduhan yang melibatkan Temer.

Lewat pidato di TV yang memperlihatkan kemarahan, Presiden Temer menambahkan akan membuktikan diri tidak bersalah di pengadilan dan memperingatkan upayanya mengangkat perekonomian dari resesi bisa ke luar dari jalurnya.

"Saya tidak akan mundur. Saya tahu yang sudah saya lakukan," tegas pria yang menjadi presiden tahun lalu setelah pendahulunya, Dilma Rousseff, dimakzulkan karena terlibat korupsi

Tuduhan atas Temer

Koran terkenal Brasil, O Globo, melaporkan Temer terekam ketika sedang membahas pembayaran untuk mendiamkan mantan ketua parlemen, Eduardo Cunha, yang sedang dipenjara.

Rekaman itu berisi percakapan antara presiden dengan Joesley Batista -pimpinan puncak JBS, raksasa industri daging- dan direkam secara rahasia oleh Batista, menurut Globo.

Hak atas foto AFP/NELSON ALMEIDA
Image caption Warga menggelar unjuk rasa di Sao Paulo menuntut Presiden Temer mundur.

Ketika Batista mengatakan kepada Temer bahwa dia membayar Cunha untuk tetap diam, lapor Globo, presiden terdengar mengatakan, "Kau harus tetap membuat seperti itu, oke?"

Tidak disebutkan bagaimana koran tersebut mendapat rekaman pembicaraan dan dalam hal apa pula Cunha diminta untuk diam.

Dalam pidatonya di TV, Temer menegaskan, "Saya tidak pernah menyetujui pembayaran apapun untuk seseorang agar dia diam. Saya tidak membeli diamnya seseorang. Saya tidak takut tuduhan."

Bisakah dia bertahan?

Presiden Temer saat ini sudah amat tidak populer di Brasil namun partainya yang beraliran politik kanan tengah bisa berkuasa sebagai bagian dari koalisi pemerintahan.

Partai-partai oposisi sudah meminta agar digelar pengadilan awal dan pemakzulan atasnya.

Hak atas foto AFP/NELSON ALMEIDA
Image caption Kasus yang membelit Presiden Temer menjadi berita utama di koran-koran Brasil.

Salah satu masalah yang juga menjadi kekhawatiran Temer adalah perbedaan pendapat di kalangan pemerintah dan seorang pemimpin partai dalam koalisi -Partai PSDB yang beraliran sosial demokrat- sudah mengatakan akan mempertimbangkan ke luar dari koalisi.

Tuduhan atas keterlibatannya dalam mendiamkan calon saksi sudah mengguncang bursa Brasil karena para investor khawatir jika Temer disingkirkan maka upayanya untuk membawa Brasil ke luar dari resesi akan ke luar dari jalurnya.

Harga saham turun lebih dari 10% saat awal perdagangan, Kamis (18/05), dan perdagangan sempat dihentikan sementara.

Gambar besar masalahnya

Untuk pertama kalinya, Temer terbawa dalam penyelidikan korupsi besar-besaran yang dikenal dengan Operasi Membersihkan Mobil.

Penyelidikan yang dimulai pada Maret 2014 itu terpusat pada perusahaan-perusahaan yang mendapat kesepakatan dengan raksasa perusahaan minyak nasional, Petrobras, dengan membayar suap.

Hasil suap kemudian masuk ke kantong para politisi dan juga disalurkan ke dalam dana partai.

Skandal korupsi besar itu mencengkram politik Brasil dengan sepertiga anggota kabinet diselidiki karena dituduh terlibat korupsi. Mantan presiden Dilma Rousseff sudah terkena dampaknya sedangkan mantan presiden Luiz Inacio Lula da Silva menghadapi lima dakwaan.

Pria yang diduga disuap agar diam, Eduardo Cunha, sedang dipenajra karena dakwaan korupsi, penyucian uang, dan penggelapan pajak.

Temer dan Cunha berperan dalam menjatuhkan Presiden Rousseff yang dituduh memanipulasi anggaran pemerintah secara tidak sah walau dibantah keras olehnya.

Topik terkait

Berita terkait