Dikecam, hukuman penjara atas perokok saat puasa di Tunisia

Tunis, Tunisia, puasa, ramadan Hak atas foto Reuters
Image caption Tidak ada undang-undang di Tunisia yang mengharuskan orang berpuasa pada bulan Ramadan.

Kelompok pegiat hak asasi internasional mengecam hukuman penjara atas seorang pria di Tunisia yang merokok di depan umum saat masa puasa.

Pengadilan di kota Bizerte, Tunisia barat daya, awal pekan ini mengganjar hukuman satu bulan penjara kepada pria bersangkutan karena 'ketidakpatutan di depan umum'.

"Keputusan itu merupakan pelanggaran yang tidak masuk akal atas kebebasan pribadi," tegas Amnesty International, yang berkantor pusat di London, dalam pernyataannya Rabu (14/06).

Sekitar dua pekan lalu, empat pria juga dihukum satu bulan penjara karena makan di depan umum ketika masa puasa masih belum berakhir.

Hari Minggu (11/06), sekelompok orang menggelar aksi unjuk rasa di ibu kota Tunis menuntut hak-hak untuk makan dan minum di depan umum saat puasa.

Unjuk rasa yang diserukan oleh kelompok yang menamakan diri Mouch Bessif (yang secara umum diterjemahkan 'jangan melawan keinginan kami') antara lain menegaskan bahwa 'kebebasan pribadi dijamin konstitusi."

Hak atas foto SOFIENNE HAMDAOUI
Image caption Seorang pria sengaja merokok saat menggelar aksi unjuk rasa di ibu kota Tunis.

Seorang pengunjuk rasa yang merokok membawa plakat bertuliskan 'Kenapa Anda terganggu jika Anda puasa dan saya makan'.

Tidak ada undang-undang di Tunisia yang mengharuskan orang berpuasa atau melarang makan maupun merokok di depan umum pada bulan suci Ramadan.

"Pihak berwenang Tunisia seharusnya tidak membiarkan dakwaan yang kalimatnya samar-samar digunakan untuk menjatuhkan hukuman keras atas dasar kecurigaan palsu," tambah Amnesty dalam pernyataanya.

"Setiap orang seharusnya memiliki hak untuk mengikuti keyakinan mereka dalam bentuk agama dan moralitas."

Topik terkait

Berita terkait