Korea Utara klaim sukses uji rudal jarak jauh 'yang bisa capai Amerika'

korut Hak atas foto EPA
Image caption Korea Utara meningkatkan frekuensi uji rudalnya sehingga meningkatkan ketegangan di kawasan semenanjung Korea.

Untuk pertama kalinya Korea Utara mengklaim telah berhasil menguji rudal balistik antarbenua atau intercontinental ballistic missile (ICBM) yang berpotensi dapat menjangkau daratan Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui, Korea Utara meningkatkan frekuensi uji rudalnya sehingga meningkatkan ketegangan di kawasan semenanjung Korea.

Sebelumnya AS menyebut sebuah rudal mendarat di laut Jepang namun tidak menimbulkan ancaman bagi wilayah Amerika Utara.

Sebuah pengumuman di televisi pemerintah Korea Utara mengatakan rudal Hwasong-14 diuji pada Selasa dan diawasi langsung oleh pemimpin Kim Jong-un.

Pengumuman itu mengatakan bahwa proyektil tersebut mencapai ketinggian 2.802 km dan terbang sejauh 933 km sebelum mencapai sasaran di laut.

Hak atas foto JUNG YEON-JE/Getty
Image caption Sebuah pengumuman di televisi pemerintah Korea Utara mengatakan rudal Hwasong-14 diuji pada Selasa dan diawasi langsung oleh pemimpin Kim Jong-un.

Komando Pasifik AS sebelumnya mengatakan itu adalah rudal jarak menengah.

Meskipun Pyongyang sepertinya telah membuat kemajuan dalam uji misilnya, para ahli meyakini bahwa Korea Utara tidak memiliki kemampuan untuk secara akurat mengarahkan ICBM sesuai target, atau membuat hulu ledak nuklir mini yang sesuai dengan rudal tersebut.

Apa itu ICBM?

  • Sebuah rudal jarak jauh yang biasanya dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir.
  • Jarak tempuh minimumnya adalah 5.500 km, meski sebagian besar terbang sekitar 10.000 km atau lebih.
  • Pyongyang sudah menampilkan dua jenis ICBM: KN-08 yang memiliki jarak tempuh 11.500 km dan KN-14 yang memiliki jarak tempuh 10.000 km, namun sebelum 4 Juli tidak pernah mengklaim telah mengeksekusi pengujian ICBM.
  • Tantangan kedua Pyonyang adalah mengembangkan hulu ledak kecil agar sesuai dengan ICBM.

Seberapa jauh daya jelajahnya?

Seperti dilaporkan Wartawan BBC di Seoul, Stephen Evans, pertanyaan besarnya adalah jangkauan yang dimiliki rudal ini, apakah bisa mencapai Amerika Serikat?

Hak atas foto JUNG YEON-JE/AFP
Image caption Jarak tempuh minimum ICBM adalah 5.500 km, meski sebagian besar terbang sekitar 10.000 km atau lebih.

Seorang ahli memperkirakan bahwa rudal tersebut mungkin bisa mencapai Alaska tapi tidak akan sampai ke negara bagian yang lebih rendah.

David Wright, seorang fisikawan dari Union of Concerned Scientsts mengatakan, "Jika laporannya benar, rudal yang sama bisa mencapai carak maksimum sekitar 6.700 km pada lintasan standar.

"Jarak itu tidak akan cukup untuk mencapai 48 negara bagian atau pulau-pulau besar di Hawaii, tapi memungkinkan mencapai seluruh Alaska".

Bukan hanya rudal yang dibutuhkan Korea Utara tetapi juga kemampuan untuk melindungi hulu ledak saat memasuki atmosfer, dan tidak jelas apakah Korea Utara dapat melakukan hal itu.

Apa saja reaksi terhadap peluncuran rudal?

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah-langkah tegas terhadap Korea Utara.

Hak atas foto KAZUHIRO NOGI/AFP
Image caption Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe mengatakan Jepang akan "bersatu dengan kuat" dengan AS dan Korea Selatan untuk menekan Pyongyang.

Ia memerintahkan pejabat keamanan dan diplomatik untuk meminta "langkah-langkah agar Dewan Keamanan PBB untuk bekerja sama secara erat dengan sekutu negara, termasuk Amerika Serikat," ujar kepala juru bicara Presiden Moon, Yoon Young-chan kepada wartawan.

Sebelumnya Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan: "Provokasi berulang Korea Utara seperti ini sama sekali tidak dapat diterima."

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan Jepang akan "bersatu dengan kuat" dengan AS dan Korea Selatan untuk menekan Pyongyang.

Reaksi Presiden Trump

Presiden AS Donald Trump juga menanggapi secara cepat pada Selasa.

Di akun Twitter-nya, dia membuat referensi jelas untuk pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, dengan mengatakan: "Apakah orang ini memiliki sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan dalam hidupnya?"

Hak atas foto JUNG YEON-JE/AFP
Image caption Sebuah pengumuman di televisi pemerintah Korea Utara mengatakan rudal Hwasong-14 diuji pada Selasa dan diawasi langsung oleh pemimpin Kim Jong-un.

"Sulit dipercaya bahwa Korea Selatan dan Jepang akan bertahan lebih lama lagi. Mungkin Cina akan melakukan reaksi yang kuat terhadap Korea Utara dan mengakhiri omong kosong ini sekali dan selamanya!"

Trump telah berulang kali meminta China, sekutu ekonomi terdekat Pyongyang, untuk menekan Korea Utara agar mengakhiri program nuklir dan misilnya.

Sementara itu, Beijing menyerukan "upaya menahan diri" menyusul uji rudal terakhir.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang mengatakan pihaknya menentang Korea Utara yang melawan resolusi Dewan Keamaan PBB mengenai peluncuran misilnya, demikian Kantor berita Reuters melaporkan.

Berita terkait