Nigeria lakukan penangkapan massal terkait homoseksualitas

Pasangan gay
Image caption Bermesraan dengan sesama jenis di depan umum di Nigeria juga dilarang.

Lebih dari 40 laki-laki ditangkap di Lagos, Nigeria, dengan tuduhan melakukan kegiatan homoseksual dan akan disidangkan, kata polisi.

Surat kabar Nigeria Punch melaporkan bahwa aparat keamanan menggerebek sebuah hotel di Negara Bagian Lagos pada Sabtu sore (29/07). Hotel itu ditutup sementara pihak berwenang melakukan penyelidikan.

Mereka selanjutnya akan dihadapkan ke pengadilan.

Menurut seorang pegiat hak-hak gay di Nigeria, Bisi Alimi, orang-orang gay yang berkumpul di hotel yang digerebek itu sebenarnya menghadiri acara untuk meningkatkan kesadaran perlunya pemeriksaan HIV.

Di Nigeria, seseorang yang melakukan tindakan homoseksualitas diancam dengan hukuman maksimal 14 tahun penjara.

Pernikahan sesama jenis dan bermesraan dengan sesama jenis juga dilarang.

Wartawan BBC di Abuja, Chris Ewokor, melaporkan di Nigeria terdapat gerakan evangelis Kristen yang berpengaruh di wilayah selatan, sementara wilayah utara merupakan pendukung kuat Syariah Islam. Kedua kubu menentang keras homoseksualitas.

"Sejak Nigeria mengesahkan undang-undang yang melarang pernikahan sesama jenis dan organisasi gay pada 2013, penegak hukum menangkapi orang-orang yang dicurigai melakukan kegiatan homoseksualitas. Namun demikian penangkapan jarang dilakukan karena kaum homoseksual menyembunyikan kegiatan mereka," lapor Ewokor.

Sejauh ini terdapat 72 negara di dunia yang secara terang-terangan melarang hubungan sesama jenis, kata Asosiasi Interseks, Trans, Biseksual, Gay, Lebian Internasional (ILGA).

Namun jumlah negara yang mengkriminalkan hubungan sesama jenis setiap tahun berkurang, termasuk Belize dan Seychelles yang menghapus larangan hubungan sesama jenis tahun lalu.

Nigeria termasuk salah satu dari kelompok kecil negara yang melawan tren global ini.

Image caption Negara-negara yang mempunyai produk hukum melarang homoseksualitas. Sumber: ILGA

Larangan hubungan sesama jenis sudah diberlakukan di negara itu sejak 1901, dan pada 2013 juga melarang pernikahan sesama jenis, tidak mengizinkan berdirinya kelompok-kelompok gay dan melarang pasangan sesama jenis bermesraan di depan umum.

Topik terkait

Berita terkait