Transport in World Cup 2010

Masalah transport di Afrika Selatan masih menjadi kendala dalam persiapan Piala Dunia 2010. Itulah satu berita dalam Dwi Bahasa BBC Indonesia kali ini.

World hunger

Image caption Every year 15 million children die of hunger

The United Nations says that ten years after world leaders resolved to halve the number of undernourished people on the planet by 2015, more than 850 million are still going hungry. This is the same number as ten years ago. The head of the UN's Food and Agriculture Organisation (FAO) Jacques Diouf said that the sad reality was that virtually no progress had been made in cutting the numbers in absolute terms since the World Food Summit in 1996. But the overall proportion of hungry people has declined, due to population growth, especially in big developing countries such as China, India, Brazil and Indonesia.

Kelaparan di dunia

Perserikatan Bangsa Bangsa mengatakan 10 tahun setelah para pemimpin dunia memutuskan untuk mengurangi sampai separuhnya jumlah orang-orang yang kekurangan gizi di dunia pada tahun 2015, lebih dari 850 juta orang masih kelaparan. Jumlah ini sama dengan jumlah 10 tahun yang lalu. Kepala Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) Jacques Diouf mengatakan kenyataan yang menyedihkan adalah hampir tidak ada kemajuan dalam mengurangi jumlah ini dengan nyata sejak KTT Pangan Dunia pada tahun 1996. Namun secara umum jumlah orang yang kelaparan telah menurun, sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk, khususnya di negara-negara berkembang yang besar seperti Cina, India, Brasil dan Indonesia.

Transport issue

South Africa's hopes of staging a successful football World Cup next year have been dealt a blow with news that the planned high speed rail link between Johannesburg airport and the city's commercial centre, will not be ready in time. A spokeswoman for the rail link, Gautrain, told the BBC that the three and a half billion dollar project will not now be operational until at least two weeks after the start of the tournament in June. Her remarks follow the government's refusal to pay the contractors an additional one hundred and eighty million dollars which they had demanded to accelerate their work. (Football's governing body FIFA has already identified lack of transport infrastructure and a shortage of accommodation as likely problems for South Africa's hosting of the tournament.)

Masalah angkutan

Harapan Afrika Selatan menggelar kejuaraan sepakbola Piala Dunia yang berhasil tahun depan mengalami pukulan dengan kabar bahwa jalur keretapi kecepatan tinggi yang direncanakan antara bandara Johannesburg dan pusat niaga kota itu, tidak akan pada waktunya. Jurubicara jalur kereta api itu, Gautrain, mengatakan kepada BBC bahwa proyek 3,5 miliar dolar sekarang tidak akan operasional hingga sedikitnya dua pekan setelah turnamen dimulai bulan Juni. Pernyataannya menyusul penolakan pemerintah untuk membayar kontraktor biaya tambahan 180 juta dollar yang mereka tuntut untuk mempercepat pekerjaan. (Badan sepakbola FIFA telah mendapati kurangnya prasarana angkutan dan keterbatasan akomodasi mungkin menjadi masalah bagi Afrika Selatan untuk menjadi tuan turnamen.)