Children abused in British madrassas

Terbaru  18 Oktober 2011 - 20:44 WIB

Mari belajar bahasa Inggris dalam dua bahasa dengan menyimak berita dari BBC.

Berita pertama tentang dugaan kekerasan di sekolah agama dan berita kedua tentang perdagangan manusia di Malaysia.

Children abused in British madrassas

Quran

Physical punishments are banned in mainstream schools but not at out-of-hours religious classes

A BBC investigation has found that madrassas in Britain - where muslim children study the Koran - have received more that four hundred allegations of physical abuse in the past three years.

The survey revealed complaints that children had been punched in the back, kicked and had their hair pulled by teachers.

A senior prosecutor said these cases were likely to represent only the tip of an iceberg.

Our correspondent says pressure from the local muslim community means these cases rarely go to court.

Physical punishments are banned in mainstream schools in Britain but not at out-of-hours religious classes.

Anak-anak mengalami kekerasan di madrasah-madrasah Inggris

Penyelidikan BBC menemukan bahwa madrasah di Inggris - tempat anak-anak Muslim belajar Quran - menerima lebih dari empat ratus pengaduan tentang dugaan kekerasan fisik dalam waktu tiga tahun belakangan.

Survei itu mengungkapkan keluhan siswa yang dipukul di punggung, ditendang, maupun rambutnya ditarik oleh guru.

Seorang jaksa penuntut senior mengatakan kasus-kasus itu ibarat puncak dari gunung es.

Wartawan kami mengatakan tekanan dari komunitas Muslim setempat membuat kasus-kasus itu jarang yang diajukan ke pengadilan.

Hukuman fisik dilarang di sekolah-sekolah umum di Inggris namun tidak untuk pelajaran agama di luar jam sekolah.

Malaysian police free African prostitutes

Seorang  pekerja seks komersial

Muncul dugaan para petugas imigrasi terlibat dalam perdagangan manusia

Police in Malaysia say they have rescued twenty-one African women who were forced to work as prostitutes.

They said traffickers had brought the women from Uganda via China and forced them to work for ten hours a day.

Two middle-aged Ugandan women were arrested during the raid along with an African customer.

Malaysia has been identified by the United States as a country with a high rate of human trafficking.

There have been allegations that some immigration officers are involved in the business.

Kepolisian Malaysia menyelamatkan pekerja seks Afrika

Kepolisian Malaysia mengatakan mereka menyelamatkan 21 perempuan Afrika yang dipaksa bekerja sebagai pekerja seks komersial.

Polisi mengatakan penyeludup manusia membawa mereka dari Uganda melalui Cina dan memaksa mereka bekerja 10 jam sehari.

Dua perempuan paruh baya Uganda dan seorang pelanggan asal Afrika telah ditangkap dalam penggrebekan.

Malaysia dinyatakan oleh Amerika Serikat sebagai negara dengan tingkat perdagangan manusia yang tinggi.

Ada dugaan para petugas imigrasi terlibat dalam bisnis penyeludupan manusia.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.