Japanese police arrested former Olympus president

Terbaru  16 Februari 2012 - 16:19 WIB
Olympus

Olympus's losses amounting to US$1,7 billion.

Belajar bahasa Inggris dalam dua bahasa dengan menyimak berita-berita dari BBC.

Berita pertama mengenai ditangkapnya mantan presiden perusahaan kamera Jepang, Olympus, dan kedua dipenjaranya wasit sepak bola Cina karena menerima suap untuk pengaturan hasil pertandingan.

Former Olympus president arrested

Japanese police have arrested the former president of the camera maker, Olympus, Tsuyoshi Kikukawa, and two other former senior executives for questioning about their role in one of Japan's biggest financial scandals.

Mr Kikukawa is suspected of being part of a long-term cover up of losses at Olympus amounting to US$1,7 billion.

The company is suing nineteen current and former executives over the scandal. Olympus shares have lost nearly half their value since the fraud became public last October.

Mantan presiden Olympus ditahan

Polisi Jepang menangkap mantan presiden perusahaan kamera Olympus, Tsuyoshi Kikukawa, dan dua mantan eksekutif lain untuk ditanyai tentang peran mereka dalam skandal terbesar keuangan Jepang.

Kikukawa dikenakan dakwaan karena dianggap berperan menutup-nutupi kerugian Olympus yang berjumlah US$1,7 miliar.

Perusahaan itu menuntut 19 pejabat dan mantan pejabat terkait skandal. Saham Olimpus menurun kehilangan setengah nilainya sejak skandal ini terungkap Oktober lalu.

China jails former top football referee

Lu Jun

Lu Jun admitted taking more than US$100.000 in bribes to fix matches' results.

A court in China has jailed the country's former top football referee, Lu Jun, for taking bribes to fix matches.

Twice named referee of the year by the Asian Football Confederation, Lu Jun -- dubbed the Golden Whistle -- admitted taking more than US$100.000 in bribes to fix the results of seven games, including international friendlies.

He was sentenced to five-and-a-half years in prison. Eight other referees and top football officials were also convicted.

Cina memenjarakan mantan wasit sepak bola terkenal

Pengadilan di Cina memenjarakan bekas wasit sepak bola terkenal, Lu Jun karena menerima suap untuk pengaturan hasil pertandingan.

Lu Jun -yang dijuluki Pluit Emas- pernah mendapatkan predikat wasit terbaik dari Konfederasi Sepak Bola Asia, mengakui menerima lebih dari US$100.000 uang suap untuk pengaturan hasil tujuh pertandingan, termasuk pertandingan persahabatan internasional.

Ia dihukum lima setengah tahun penjara. Delapan wasit dan sejumlah pejabat olah raga lain juga dihukum.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.