Chavez dismisses rumours of his death

Terbaru  24 April 2012 - 16:27 WIB

Belajar bahasa Inggris sambil membaca berita BBC dalam dua bahasa.

Berita pertama tentang bantahan Presiden Chavez soal rumor yang berkembang bahwa ia telah meninggal dunia dan berita kedua soal penyebaran virus-virus purbakala di gen manusia.

Chavez dismisses rumours of his death

chavez

Mr Chavez said rumours about his death were part of a psychological war against him.

The Venezuelan president, Hugo Chavez, has spoken on state television for the first time since he arrived in Cuba for more cancer treatment nine days ago.

Mr Chavez dismissed rumours that he had died while having radiotherapy for a tumour in his pelvic region.

Speaking over the phone from Havana, he said rumours about his death were part of a psychological war against him.

Mr Chavez had surgery for a second malignant tumour in February and has been shuttling back and forth between Caracas and Havana for treatment.

Chavez bantah rumor kematian dirinya

Presiden Venezuela Hugo Chavez berbicara di televisi untuk pertama kalinya sejak tiba di Kuba sembilan hari lalu untuk mendapatkan perawatan lanjutan penyakit kanker.

Chavez membantah rumor yang menyebutkan ia meninggal dunia ketika tengah menjalani radioterapi untuk mengatasi tumor di bagian panggul.

Berbicara melalui sambungan telepon dari Havana, ia mengatakan rumor tentang kematian dirinya adalah bagian dari perang psikologis.

Chavez menjalani operasi tumor ganasnya yang kedua bulan Februari dan bolak-balik antara Karakas dan Havana untuk mendapatkan pengobatan.

Ancient viruses thrive in our DNA

ancient virus

One virus infected our common ancestors as long as 100 million years ago.

A new study suggests viruses which infected our ancestors millions of years ago are more widespread in our genes than previously thought.

Researchers from Britain, the United States and Belgium examined genetic material in nearly forty mammalian species - including dolphins, elephants, mice and humans.

They found that most of them share traces of the same ancient viruses, and concluded that at least one virus infected our common ancestors as long as one hundred million years ago.

Virus-virus purbakala berkembang di DNA kita

Kajian baru menunjukkan berbagai virus yang menyerang nenek moyang kita jutaan tahun yang lalu ternyata lebih luas penyebarannya di gen kita dari perkiraan semula.

Para peneliti dari Inggris, Amerika Serikat, dan Belgia mempelajari materi genetik di hampir 40 spesies mamalia, termasuk lumba-lumba, gajah, tikus, dan manusia.

Mereka menemukan bahwa sebagian besar spesies ini berbagi virus-virus kuno yang sama dan menyimpulkan paling tidak satu virus menginfeksi nenek moyang kita mulai sekitar 100 juta tahun yang lalu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.