Transplant doctor and Nobel winner Murray dies in Boston

Belajar bahasa Inggris dengan menyimak berita BBC tentang pelopor pencangkokan dan aksi bakar diri terbaru di Tibet.

Transplant doctor and Nobel winner Murray dies in Boston

Image caption Joseph E Murray won Nobel Prize for Medicine in 1990.

The doctor who performed the world's first successful organ transplant, Joseph E Murray, has died in Boston at the age of 93.

In 1954, he carried out a kidney transplant on identical twins.

Dr Murray expanded his technique beyond twins and shared the Nobel Prize for Medicine in 1990.

He died at the same Boston hospital where he carried out the first organ transplant.

Dokter transplantasi dan pemenang Nobel Murray meninggal di Boston

Dokter yang melakukan transplantasi organ tubuh pertama dengan berhasil di dunia, Joseph E Murray, meninggal dunia di Boston pada usia 93 tahun.

Pada 1954, ia melakukan pencangkokan ginjal pada kembar identis.

Dr Murray memperluas teknis di luar pasien kembar dan turut memenangkan Hadiah Nobel untuk Kesehatan pada 1990.

Ia meninggal dunia di rumah sakit Boston, tempat ia melakukan pencangkokan organ pertama.

Four more Tibetans set themselves alight

Four more young Tibetans have set themselves on fire in recent days taking the total to twenty this month in an escalating protest against Chinese rule.

Campaigners also reported a rally by hundreds of Tibetan students in the western Chinese province of Qinghai in protest against the issue of school booklets that condemned the self-immolation campaign.

Three of the latest casualties, in their late teens and early twenties, are known to have died from their injuries.

Empat lagi warga Tibet membakar diri

Image caption Bikuni Tibet di pengasingan mengadakan renungan untuk mengenang pelaku bakar diri.

Empat anak muda Tibet membakar diri dalam beberapa hari belakangan sehingga jumlah total bulan ini mencapai 20 kasus dalam protes menentang kekuasaan Cina.

Para pegiat juga mengatakan ratusan mahasiswa Tibet menggelar demonstrasi di Provinsi Qinghai, di Cina barat, memprotes bahan pelajaran yang mengecam aksi membakar diri.

Tiga dari empat kasus terbaru, berusia belasan dan awal dua puluhan tahun, diketahui meninggal dunia akibat luka-luka.