UN vote on arms trade treaty

  • 2 April 2013
Military helicopter near the UN in New York, AFP
Activists put a replica of a military helicopter on a roof near the UN in New York.

Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang rencana pengaturan perjanjian perdagangan senjata global oleh PBB dan meluasnya laut es Antartika.

UN vote on arms trade treaty

The general assembly of the United Nations is expected to vote later on the first international treaty to regulate the arms trade.

It would force countries to control their exports of weapons - from warships to combat aircraft, and tanks to light arms: a global industry worth eighty billion dollars a year.

After ten days of talks on the text of the draft agreement, Iran, Syria and North Korea continued to block a consensus deal.

The measure will now be put to the general assembly, where it needs only a simple majority of member states to vote in favour in order to be adopted.

PBB voting untuk perjanjian perdagangan senjata

Sidang Umum PBB akan menggelar voting untuk memutuskan apakah mengesahkan atau menolak berlakunya perjanjian pertama yang mengatur perdagangan senjata internasional.

Perjanjian ini akan mengatur negara pengekspor senjata yang memproduksi kapal perang hingga pesawat tempur, tank serta berbagai jenis senjata ringan, yang kini bernilai 80 miliar dolar per tahun.

Setelah 10 hari mendiskusikan susunan teks perjanjian, Iran, Suriah, dan Korea Utara terus mengajukan veto mencegah konsensus tercepai.

Sidang Umum PBB akan mengambil langkah lebih lanjut, di mana bila mayoritas negara anggota setuju maka perjanjian ini akan berlaku.

Global warming paradoxically extends Antarctic ice

Antarctic sea ice shows a small but significant expansion, in contrast to the trend seen in the Arctic.

A Dutch study has found that sea ice in the Antarctic is expanding due to a paradoxical effect of global warming.

The study says that the phenomenon appears to be caused by relatively cold plumes of summer melt water, which form a layer on top of the heavier salt water below - before re-freezing quickly when temperatures drop.

The study by the Royal Netherlands Meteorological Institute seeks to explain why sea ice in Antarctica has been growing - reaching a record extent in the winter of 2010 - while ice in the Arctic shrank to a record low in 2012.

Pemanasan global perluas es Antartika

Hasil penelitian di Belanda menunjukkan bahwa laut es di Antartika terus meluas disebabkan oleh efek berlawanan pemanasan global.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa fenomena itu muncul karena hawa musim panas yang dingin melelehkan air, yang membentuk lapisan di atas air garam yang lebih berat di bagian bawah - sebelum membeku kembali dengan cepat saat suhu menurun.

Penelitian yang dilakukan oleh Institut Meteorologi Belanda menjelaskan mengapa laut es di Antartika terus bertambah luas - mencapai rekor yang melewati musim dingin tahun 2010 - saat es di Arktik berkurang dan mencapai titik terendah pada 2012.

Berita terkait