African diaspora sends more money than official aid

West African Rand, AFP
Image caption The amount of money sent home by Africans abroad is larger than official aid.

Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang pengiriman uang warga negara Afrika dari luar negeri dan peningkatan jumlah perdagangan manusia di Eropa.

African diaspora sends more money than official aid

Research has revealed that the amount of money sent home by Africans living abroad is now larger than all the official development aid by western countries put together.

Professor Adams Bodomo, from the University of Hong Kong, says annual remittances from the African diaspora stand at more US$50 billion, compared to western aid of just over US$40 billion.

He also says money sent by those living outside the continent is more useful, as families know exactly what their relatives need and make regular payments.

Diaspora Afrika salurkan lebih banyak dana daripada bantuan resmi

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa jumlah dana yang dikirimkan ke Afrika oleh para warga negara Afrika yang tinggal di luar negeri kini lebih banyak daripada total bantuan pembangunan resmi dari negara-negara Barat.

Profesor Adams Bodomo, dari University of Hong Kong, mengatakan bahwa pengiriman uang para perantau Afrika mencapai lebih US$50 miliar setiap tahunnya, jika dibandingkan dengan bantuan dari Barat yang hanya sedikit di atas US$40 miliar.

Ia juga menyebutkan bahwa uang yang dikirimkan oleh mereka yang tinggal di luar benua Afrika lebih berguna karena keluarga benar-benar mengetahui apa yang mereka butuhkan dan melakukan pembayaran secara rutin.

EU: increase in human trafficking

Image caption Cecilia Malmström would not hesitate to take action against countries that drag their feet over the issue.

The European Commission says human trafficking has risen sharply within the 27 nation block, while fewer criminals are being convicted.

In its first report on the subject, the Commission said the overwhelming majority of the more than twenty-thousand victims were women and children, and that most of them were exploited sexually.

The Home Affairs Commissioner, Cecilia Malmström, said it was difficult to imagine how this could happen in free and democratic countries.

Mrs Malmström said member states must stop dragging their feet over the issue, and warned she would not hesitate to take action against those who didn't.

The report covered the period between 2008 and 2010.

Uni Eropa: peningkatan angka perdagangan manusia

Komisi Uni Eropa mengatakan bahwa angka perdagangan manusia meningkat tajam di 27 negara anggota, sementara jumlah pelaku kriminal yang dinyatakan bersalah menurun.

Dalam laporan pertamanya untuk masalah ini, Komisi Eropa menjelaskan bahwa mayoritas korban yang sangat besar dari 20.000 orang adalah wanita dan anak-anak, dan kebanyakan mengalami eksploitasi secara seksual.

Komisi Dalam Negeri Eropa, Cecilia Malmström mengatakan bahwa sangat sulit dibayangkan masalah seperti ini bisa terjadi di negara-negara bebas dan demokratis.

Ia menyebutkan bahwa negara-negara anggota harus mengubah sikap yang setengah hati dalam mengatasi masalah ini dan memperingatkan bahwa ia tidak akan segan-segan mengambil tindakan jika seruan ini diabaikkan.

Laporan itu mencakup periode 2008-2010.

Berita terkait