Italy to choose next president

Franco Marini, AFP
Image caption The former speaker of the Italian Senate, Franco Marini

Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang pemilihan presiden Italia dan laporan menurunnya angka kemiskinan oleh Bank Dunia.

Italy to choose next president

Voting has begun in Italy's parliament to chose the next president, who is expected to play a key role in efforts to break the current political deadlock.

Almost two months after an inconclusive general election the major political parties are yet to create a coalition government.

But on the eve of the vote the rival centre-left and centre-right parties appeared to have agreed to back the same candidate, the former speaker of the Italian Senate Franco Marini.

The current president Giorgio Napolitano is due to step down next month.

Italia bersiap pilih presiden berikutnya

Pemungutan suara telah dimulai di parlemen Italia untuk memilih presiden berikutnya, yang diharapkan dapat berperan mengakhiri jalan buntu politik.

Hampir dua bulan setelah hasil pemilihan umum yang tidak meyakinkan partai-partai politik mayoritas masih harus membentuk pemerintahan koalisi.

Tetapi saat pemungutan suara partai berhaluan kiri-tengah dan kanan-tengah setuju untuk mendukung kandidat yang sama, mantan juru bicara Senat Italia, Franco Marini.

Presiden yang menjabat saat ini, Giorgio Napolitano akan turun bulan depan.

World Bank : decline in global poverty

Image caption Jim Yong Kim proposed that the Bank adopt the elimination of extreme poverty by 2030 as a target.

The World Bank says there has been a dramatic decline in global poverty.

It says the proportion of people in developing countries living on less than a dollar and twenty five cents a day has fallen from half in 1981 to twenty-one per cent at the beginning of the current decade.

But the World Bank president, Jim Yong Kim, said there were still one-point-two billion people living in extreme poverty.

He proposed that the Bank adopt the elimination of extreme poverty by 2030 as a target.

The aid agency Oxfam said the progress showed the fight against poverty could be won.

Bank Dunia: kemiskinan global menurun

Bank Dunia mengatakan bahwa angka kemiskinan global menurun secara dramatis.

Mereka menyebutkan bahwa jumlah rakyat di negara berkembang yang hidup di bawah US$1,25 per hari berkurang dari setengah pada 1981 menjadi 21% pada awal dekade ini.

Tetapi Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim mengatakan bahwa masih ada 1,2 miliar orang yang hidup dalam kemiskinan yang ekstrim.

Ia mengusulkan agar pengurangan kemiskinan ekstrim hingga 2030 menjadi target Bank Dunia.

Badan amal Oxfam mengatakan bahwa perkembangan yang menunjukkan penanggulangan masalah kemiskinan dapat disukseskan.

Berita terkait