Twitter signs $200 million advertising deal

Twitter logo, PA
Image caption The advertising deal is worth more than US$200 million.

Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penandatanganan transaksi iklan oleh Twitter dan berita tentang robot pembunuh.

Twitter signs $200 million advertising deal

The social media website Twitter has signed an advertising deal worth more than US$200 million with Starcom Media Vest Group (SMG).

The agreement will give their clients, which include companies like Microsoft and Coca Cola, preferred access to advertising slots on Twitter.

The move will also allow companies to poll consumers for real time opinions about the products they advertise.

An SMG executive said the deal demonstrated how Twitter had gone from an experiment to something essential.

The microblog has attracted a two-hundred million users but has not yet been able to make large profits.

A BBC correspondent says this deal, together with the release of recent products, indicate Twitter is focused on using its followers to make money.

Twitter teken transaksi iklan US$200 juta

Situs media sosial Twitter menandatangani transaksi untuk iklan senilai lebih US$200 juta dengan Starcom Media Vest Group (SMG).

Persetujuan ini akan memberikan akses slot iklan di Twitter sesuai keinginan klien, termasuk perusahan-perusahaan seperti Microsoft dan Coca Cola.

Langkah ini juga akan memberikan akses kepada perusahaan-perusahaan itu untuk melakukan jajak pendapat dari pengguna Twitter mengenai produk yang mereka iklankan.

Eksekutif SMG mengatakan bahwa persetujuan ini menunjukkan bagaimana Twitter telah berubah dari yang hanya sekedar situs eksperimen menjadi lebih penting.

Wartawan BBC mengatakan bahwa persetujuan ini, bersama dengan peluncuran beberapa produk baru, menunjukkan bahwa Twitter berkonsentrasi menggunakan pengikutnya untuk menghasilkan uang.

Campaign launch to outlaw killer robots

Image caption A pre-emptive ban is launched to halt the production of weapons which attack targets without human intervention.

An international campaign is being launched in London today, (Tuesday) calling for a pre-emptive ban on fully autonomous weapons, which select and attack targets without human intervention.

A coalition of human rights and other organisations wants to halt research on what they call killer robots before such armaments become a reality.

The BBC Defence Correspondent says unmanned systems already perform crucial roles in armed conflict and no great leap of the imagination is needed to envisage such weapons finding and engaging targets automatically.

Kampanye larang produksi robot pembunuh

Kampanye internasional diluncurkan hari ini di London (Selasa) untuk melarang pengadaan senjata yang dapat beroperasi secara otomatis yang menentukan sasarannya tanpa campur tangan manusia.

Koalisi organisasi hak asasi manusia dan organisasi lainnya ingin menghentikan penelitian yang mereka sebut sebagai robot pembunuh sebelum persenjataan itu menjadi kenyataan.

Wartawan BBC untuk bidang Pertahanan Inggris mengatakan bahwa sistem yang dapat bekerja tanpa bantuan manusia telah memegang peran kunci dalam konflik bersenjata dan tidak diperlukan lompatan imajinasi besar untuk membayangkan penemuan senjata seperti itu dan menentukan target secara otomatis.

Berita terkait