EU criticises Swiss immigration plans

Catherine Ashton, Reuters
Image caption Catherine Ashton called the decision regrettable.

Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang rencana kebijakan imigrasi Swiss dan pengakuan Australia atas tawanan perang suku Aborijin.

EU criticises Swiss immigration plans

Swiss plans to restrict immigration from European Union countries have provoked strong criticism from the EU.

The bloc's foreign policy chief, Catherine Ashton, called the decision regrettable and said the plans were in violation of the agreement on the free movement of people.

Switzerland, although not an EU member, signed up to the bloc's rules in 1999.

The Swiss government says it expects to apply restrictions already in place for the Union's new Eastern European members to the other western and southern EU countries from next month.

Uni Eropa kritik rencana kebijakan imigrasi Swiss

Rencana Swiss untuk membatasi arus imigrasi dari negara-negara Uni Eropa mengundang kritik keras dari Uni Eropa.

Kepala Kebijakan Uni Eropa Catherine Ashton sangat menyesalkan keputusan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran perjanjian pergerakan bebas masyarakat.

Swiss, meskipun bukan anggota Uni Eropa, menandatangani peraturan organisasi itu pada tahun 1999.

Pemerintah Swiss mengatakan bahwa negara itu akan menerapkan peraturan yang lebih ketat bagi negara anggota Uni Eropa dari kawasan Eropa Barat dan Selatan mulai bulan depan, seperti yang sudah diberlakukan untuk kawasan Eropa Timur

Aboriginal POWs to be recognised

Image caption Aboriginal prisoners of war have been acknowledged for the first time on ANZAC Day.

Aboriginal prisoners of war have been acknowledged for the first time on ANZAC Day, the annual commemoration of war veterans in Australia and New Zealand.

Aboriginal military personnel are remembered every year in the Sydney suburb of Redfern, but never before has the traditional church service focused on Aboriginal POWs.

Many veterans returning from the Second World War in 1945 encountered racism, and far from being hailed as heroes, they were not granted equal citizenship until 1967.

Their names were omitted from war memorials and many were denied military pensions.

Tawanan perang Aborijin akan diakui

Tawanan perang suku Aborijin telah diakui untuk pertama kalinya saat hari ANZAC, peringatan mengenang para veteran perang Australia dan Selandia Baru.

Personel militer Aborijin dikenang setiap tahun di pinggiran kota Sydney, Redfern tetapi gereja tradisional sebelumnya tidak pernah memusatkan kebaktian mereka khusus untuk tawanan perang suku Aborijin.

Banyak veteran yang kembali dari Perang Dunia II tahun 1945 menghadapi rasisme, dan tidak hanya tidak diakui sebagai pahlawan, tetapi juga tidak diberi kewarganegaraan hingga tahun 1967.

Nama-nama mereka dihapus dari tugu-tugu peringatan dan banyak yang tidak mendapatkan dana pensiun.

Berita terkait