FIFA 'could drop Brazil World Cup opening stadium'

  • 15 Mei 2013

Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang keterlambatan pembangunan stadion untuk Piala Dunia di Brazil dan penelitian otak remaja.

FIFA 'could drop Brazil World Cup opening stadium'

The Itaqueirao stadium is scheduled to host the opening football match of the 2014 World Cup.

Football's governing body, FIFA has warned that the Brazilian city of Sao Paulo may lose the right to stage any World Cup matches next year, including the opening game of the tournament, because of delays in building work on its stadium.

FIFA's secretary-general, Jerome Valcke, said it would not accept any failure to meet December's deadline for completion.

The Itaqueirao stadium is owned by local football team, Corinthians which expressed puzzlement saying FIFA knew the stadium would not be ready until February because of bureaucratic delays.

Brazil has been criticised for a number of delays in its World Cup preparations.

FIFA ancam cabut hak Sao Paulo gelar Piala Dunia

Badan sepakbola dunia, FIFA telah memperingatkan bahwa kota Sao Paulo, Brazil dapat kehilangan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun depan, termasuk pertandingan pembukaan, karena tertundanya pembangunan stadion.

Sekjen FIFA, Jerome Valcke mengatakan bahwa FIFA tidak akan menerima keterlambatan penyelesaian pembangunan yang telah dijadwalkan pada bulan Desember.

Stadion Itaqueirao adalah milik tim sepakbola lokal, Corinthians yang menyatakan kebingungan dan menyebutkan bahwa FIFA telah mengetahui bahwa stadion itu tidak akan siap sebelum bulan Februari tahun depan akibat birokrasi yang panjang.

Brazil telah dikritik karena sejumlah keterlambatan dalam persiapan Piala Dunia.

Cambridge researchers to study teenage brain

Many teenagers are moody.

Researchers at Cambridge University have begun a detailed study to understand the workings of the teenage brain.

By scanning the brains of three hundred people between the ages of fourteen and twenty-four, they hope to identify how the wiring that controls impulsive and emotional behaviour changes as they get older.

The findings may help explain why so many teenagers are moody, but eventually grow out of it.

Ilmuwan Cambridge pelajari otak remaja

Sejumlah ilmuwan di Universitas Cambridge telah memulai penelitian mendetil untuk memahami cara kerja otak remaja.

Dengan mengamati otak dari 300 orang berumur antara 14-24 tahun, mereka berharap akan dapat mengidentifikasi bagaimana sistem yang mengendalikan tingkah laku impulsif dan emosional berubah seiring dengan bertambahnya usia.

Hasil penelitian ini mungkin akan dapat menjelaskan mengapa banyak remaja yang sikap dan suasana hatinya mudah berubah, namun akhirnya menjadi dewasa.

Berita terkait