Malnourished children under-perform at school

Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penelitian performa anak yang kurang gizi dan pertumbuhan tanaman dari zaman es kecil.

Malnourished children under-perform at school

Image caption Malnourishment could damage children's ability to read and write.

New research by a British charity warns that a quarter of the world's children are at risk of under-performing at school because of chronic malnourishment.

The report by Save the Children said missing out on a nutritious diet could severely damage a child's ability to read and write.

The study found that malnourished children suffered irreversible damage; they grew up smaller and weaker, and their brains might not develop fully.

The charity is asking world leaders to make tackling malnutrition a major priority at the G8 summit next month.

The research was based on studies of thousands of children in Ethiopia, India, Peru and Vietnam.

Kurang gizi pengaruhi prestasi anak di sekolah

Penelitian baru yang dilakukan oleh sebuah badan amal Inggris memperingatkan bahwa seperempat dari seluruh anak-anak di dunia berisiko kurang berprestasi di sekolah karena kekurangan nutrisi kronis.

Laporan dari organisasi Save the Children menyebutkan kekurangan nutrisi dapat membawa dampak buruk terhadap kemampuan membaca dan menulis anak.

Penelitian itu menemukan bahwa anak-anak yang kekurangan gizi akan menderita kerusakan fisik yang tidak dapat diatasi; tumbuh lebih kecil dan lemah, dan otak mereka mungkin tidak akan dapat berkembang secara maksimal.

Badan amal itu menyerukan kepada para pemimpin negara untuk menjadikan masalah kurang gizi sebagai prioritas utama dalam pertemuan G8 bulan depan.

Penelitian itu dilakukan terhadap ribuan anak-anak di Ethiopia, India, Peru, dan Vietnam.

Plants frozen 400 years ago have been observed sprouting new growth

Image caption Glaciers have retreated in recent years as a result of climate change.

Plants that were frozen four hundred years ago during the Little Ice Age have been observed sprouting new growth.

Scientists discovered the seemingly-dead mosses in the Canadian Arctic, where glaciers have retreated in recent years as a result of climate change.

They have since flourished under laboratory conditions.

The scientists from the University of Alberta say this back-from-the-dead trick has implications for how ecosystems recover from our planet's cyclical periods of ice coverage.

Tanaman yang beku 400 tahun lalu menunjukkan pertumbuhan

Tanaman yang beku 400 tahun yang lalu pada zaman es kecil telah menunjukkan pertumbuhan baru.

Ilmuwan menemukan lumut daun yang tampak sudah mati di wilayah Arktik Kanada, tempat gletser berkurang dalam beberapa tahun terakhir sebagai akibat perubahan iklim.

Tanaman itu kemudian mulai tumbuh di laboratorium.

Sejumlah ilmuwan dari Universitas Alberta mengatakan bahwa trik tumbuhan yang hidup kembali dari kondisi mati menunjukkan bagaimana ekosistem pulih kembali dari periode siklus planet yang tertutup lapisan es.

Berita terkait