Brazil pulls out controversial "happy prostitute" ad

  • 5 Juni 2013
Brazil prostitute, AFP
Alexandre Padilha said that he had never endorsed the message.

Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang iklan pekerja tuna susila di Brasil dan permintaan penarikan mobil Chrysler.

Brazilian government pulls out controversial "happy prostitute" ad

The Brazilian Health Ministry has dropped an online campaign entitled "I'm happy being a prostitute".

The message was part of a wider education programme about sexually-transmitted diseases and was aimed at reducing prejudice against sex workers.

The Health Minister, Alexandre Padilha, said he had never endorsed the message.

Critics in Brazil say the campaign glorified prostitution.

Pemerintah Brasil cabut iklan 'pelacur bahagia'

Kementrian Kesehatan Brasil telah mencabut iklan internet berjudul "Saya bahagia menjadi seorang pelacur".

Pesan ini adalah bagian dari program pendidikan yang lebih luas tentang penyakit seksual menular dan bertujuan untuk mengurangi pandangan negatif terhadap para pekerja seks.

Menteri Kesehatan, Alexandre Padilha mengatakan bahwa ia tidak pernah menyetujui iklan itu.

Iklan ini mengundang berbagai kritik di Brasil yang menganggapnya sebagai pujian terhadap prostitusi.

Chrysler turns down US recall request amid safety worries

Chrysler says its Jeeps are safe and a recall is not necessary.

The car maker Chrysler has refused a request by US safety regulators to recall almost three million of its vehicles.

The regulators say the fuel tank in some older models of Chrysler's jeep can catch fire, if hit from behind.

They describe it as an unreasonable risk to safety.

But Chrysler has taken the unusual step of turning down the request for a recall, insisting that the jeeps are safe.

Two years ago, the Japanese car maker Toyota agreed to recall nearly two million of its cars over possible fuel leaks, at a cost of tens of millions of dollars.

Chrysler is owned by Fiat of Italy.

Chrysler tolak permintaan AS untuk menarik kembali produknya

Perusahaan mobil Chrysler menolak permintaan badan pengatur keselamatan Amerika Serikat untuk menarik kembali hampir tiga juta produknya.

Badan itu mengatakan bahwa tangki bensin di beberapa model tua jeep Chrysler dapat menimbulkan api jika ditabrak dari belakang.

Mereka menyebutnya sebagai risiko keamanan yang tidak masuk akal.

Tetapi Chrysler telah mengambil langkah yang tidak biasa dengan menolak permintaan penarikan mobil, dan berkeras bahwa jeep itu aman.

Dua tahun lalu, perusahaan mobil Jepang Toyota setuju untuk menarik kembali hampir dua juta mobilnya karena masalah kemungkinan kebocoran bahan bakar, yang setidaknya memakan biaya puluhan juta dolar.

Pemilik Chrysler adalah Fiat Italia.

Berita terkait