Castro transferred power due to fatal illness

Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang pengalihan kekuasaan Fidel Castro kepada adiknya dan tentang pencurian rambut di Venezuela.

Castro transferred power due to fatal illness

Image caption Fidel Castro is surprised to survive the fatal illness.

The former Cuban leader, Fidel Castro, has said that he decided to step down in 2006 and transfer power to his younger brother, Raul, because he was diagnosed with a fatal illness.

In an article published to mark his eighty-seventh birthday, Fidel Castro said he didn't expect to survive the stomach ailment and live another seven years.

He'd been in power since the Cuban Revolution in 1959.

Fidel Castro also revealed that the Soviet Union had warned him in the early 1980s that it was no longer prepared to step in to defend the island in the event of an American attack.

But he said the late North Korean leader, Kim Il Sung, had provided a hundred thousand rifles without asking for a single cent in return.

Castro alihkan kekuasaan karena penyakit mematikan

Mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro mengatakan bahwa ia memutuskan untuk mundur tahun 2006 dan mengalihkan kekuasaan kepada adiknya, Raul karena ia didiagnosis dengan penyakit yang mematikan.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan untuk merayakan ulangtahunnya yang ke-87, Fidel Castro mengatakan bahwa ia tidak mengira bisa bertahan hidup hingga tujuh tahun karena penyakit yang menyerang perutnya.

Dia berkuasa sejak Revolusi Kuba pada 1959.

Fidel Castro juga mengaku bahwa Uni Soviet telah memperingatkan dirinya di awal 1980-an tidak akan turun tangan untuk membela Kuba jika terjadi serangan dari Amerika.

Tetapi ia mengatakan bahwa mendiang pemimpin Korea Utara, Kim Il Sung memberikan bantuan ratusan ribu senapan tanpa meminta imbalan satu sen pun

Venezuelan president to act against "mafias that cut girls' hair"

Image caption The attacks to steal women's hair is reportedly on the rise.

The Venezuelan president, Nicolas Maduro, has called on the police to act against gangs who specialise in cutting off women's hair and selling it to salons, where they are used for extensions and wigs.

Local media say this unusual type of street crime -sometimes at gunpoint- appears to be on the rise, especially in the country's second largest city, Maracaibo.

Mr Maduro used strong language against what he called "mafias that cut girl's hair".

He said the Interior Ministry and police must lead the fight against Venezuela's hair thieves.

Presiden Venezuela akan tindak "mafia pemotong rambut perempuan"

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, telah menyerukan kepada polisi untuk menindak geng yang beroperasi dengan memotong rambut para wanita dan menjualnya ke berbagai salon yang memakainya untuk perpanjangan rambut dan wig.

Media setempat mengatakan bahwa jenis kejahatan jalanan yang tidak biasa -umumnya dengan ancaman senjata- meningkat, khususnya di kota terbesar kedua, Maracaibo.

Maduro memakai istilah yang keras dan menyebutnya sebagai "mafia yang memotong rambut para perempuan".

Ia mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri dan polisi harus menjadi yang terdepan dalam memerangi pencuri rambut Venezuela.

Berita terkait