Oxfam warns austerity risks pushing EU to poverty

  • 12 September 2013
Uni Eropa, AP
Image caption Oxfam said aggressive cuts risk pushing EU to poverty.

Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC, tentang peringatan Oxfam kepada negara anggota Uni Eropa dan protes Jepang terhadap kartun satir Prancis.

Austerity risks pushing EU to poverty, Oxfam warns

The international aid agency, Oxfam, has warned governments in the European Union to reverse their austerity programmes or risk pushing another twenty-five million Europeans into poverty by 2025.

The head of Oxfam for Europe - Natalia Alonso - called the policies 'moral and economic nonsense'.

And she said aggressive cuts to social security, health, education, (along with unfair taxation,) threaten to roll back decades of social rights.

Earlier, the president of the European Commission - Jose Manuel Barroso - warned EU countries against going back on reforms as economic growth begins to return.

In his annual state of the union address, Mr Barroso said there should be no return to business as usual.

Oxfam peringatkan penghematan bisa sebabkan kemiskinan UE

Badan bantuan internasional, Oxfam telah memperingatkan pemerintah negara-negara anggota Uni Eropa untuk mengubah program penghematan atau akan berisiko mendorong 25 juta penduduk Eropa lainnya ke jurang kemiskinan pada 2025.

Pimpinan Oxfam untuk wilayah Eropa, Natalia Alonso menyebut kebijakan ini 'omong kosong moral dan ekonomi'.

Dan ia mengatakan pemotongan jaminan sosial, kesehatan, pendidikan, (bersamaan dengan penetapan pajak tidak adil,) yang agresif dapat memutar kembali berpuluh-puluh tahun jaminan sosial.

Sebelumnya, Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso memperingatkan negara-negara Uni Eropa untuk tidak kembali melakukan reformasi karena pertumbuhan ekonomi mulai kembali.

Dalam pidato tahunannya, Barroso mengatakan sebaiknya tidak kembali ke kebiasaan.

Japan protests against French satire on Fukushima

Image caption The satirical cartoons trigger protest from the Japanese government.

The Japanese government has expressed anger at a cartoon in a French satirical weekly that shows sumo wrestlers with extra arms and legs outside the wrecked Fukushima nuclear plant.

The caption says that thanks to Fukushima, sumo is now an Olympic sport - a reference to the award of the Games to Tokyo.

Another cartoon (in the paper, Le Canard Enchaine) shows workers in protective gear next to a radioactive pool.

The chief government spokesman in Tokyo said Japan would make a formal protest.

He said the cartoons hurt the feeling of those who'd suffered from the earthquake and tsunami that damaged the nuclear plant.

Jepang protes kartun Fukushima oleh Prancis

Pemerintah Jepang telah menyatakan kemarahan mengenai kartun dalam majalah mingguan satiris Prancis yang menunjukkan pegulat sumo dengan lengan dan kaki tambahan di luar pabrik nuklir Fukushima yang rusak.

Kutipan di majalah itu menyatakan terima kasih kepada Fukushima bahwa sumo sekarang termasuk dalam olah raga Olimpiade -mengacu pada terpilihnya Tokyo sebagai tuan rumah.

Kartun lainnya dalam koran Le Canard Enchaine menunjukkan para pekerja yang mengenakan pakaian pelindung dari radioaktif.

Kepala juru bicara pemerintah di Tokyo mengatakan bahwa Jepang akan mengajukan protes resmi.

Ia mengatakan bahwa kartun-kartun itu menyakiti perasaan pihak-pihak yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami yang mengakibatkan kerusakan reaktor nuklir.

Berita terkait