Suimulasi tsunami di Aceh

Simulasi tsunami di Aceh
Image caption Simulasi melibatkan warga yang mengungsi ke dataran tinggi

Di Banda Aceh sekitar pukul 08.30 WIB dibuat suara ledakan seperti bom yang merupakan tanda gempa.

Segera setelah ledatakan muncul pengumuman masjid dan madrasah untuk meminta masyarakat bersabar menunggu informasi selanjutnya.

Wartawan Aceh Syaiful Juned melaporkan kepada BBC simulasi tsunami di Aceh di awal Oktober 2009 berlangsung sesuai dengan rencana.

Para warga yang yang mendapatkan informasi mengungsi ke daaran tinggi yang sudah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Pagi harinya juga dilakukan simulasi menyelamatkan orang-orang yang terluka ke daerah yang berada di ketinggian.

Simulasi ini melibatkan 600 orang yang berasal dari tiga wilayah, yakni Aceh Besar, Kodya Banda Aceh, dan Sabang.

Negara-negara yang berbatasan dengan Samudra Hindia, seperti dilaporkan kantor berita AP, juga melakukan uji coba sistem peringatan setelah bencana tsunami 2004 menewaskan 230.000 orang.

PBB menyatakan latihan di 18 negara itu ditujukan sebagai simulasi menghadapi tsunami yang mirip dengan Tahun 2004, yang diakibatkan gempa berkekuatan 9,2 skala Richter.

Simulasi yang disebut Exercise Indian Ocean Wave 09 merupakan tes komprehensif pertama sesudah bencana 2004, seperti dinyatakan Badan PBB untuk Pendidikan dan Kebudayaan, UNESCO.

Latihan ini berlangsung 2 pekan setelah tsunami menghantam Kepulauan Samoa, baik Samoa Amerika maupun Tonga, yang menewaskan 183 orang.