Terbaru 23 November 2009 - 15:18 GMT

SBY panggil Bibit-Chandra

sby

Presiden SBY mengindikasikan penyelesaian di luar pengadilan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil dua pimpinan non aktif Komisi Pemberantasan Korupsi, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto menjelang pengumuman presiden terkait rekomendasi tim pencari fakta.

Tim pencari fakta atau Tim 8, mendesak kasus Bibit-Chandra dihentikan karena kurang bukti, penuntasan pencairan uang di Bank Century yang melibatkan seorang pejabat kepolisian, reposisi personil penegak hukum dan pemberantasan makelar kasus di lembaga penegak hukum.

Bibit sendiri mengatakan dirinya tidak bersalah dalam kasus penyalahgunaan wewenang dan pemerasan terhadap pengusaha yang merupakan buronan KPK Anggoro Wijoyo.

"Saya tidak bersalah, saya melakukan pekerjaan sesuai dengan aturan yang berlaku, pekerjaan yang saya lakukan menandatangani pencegahan ke luar negri....," kata Bibit.

Sementara itu sebagian anggota masyarakat juga mendesak presiden bersikap tegas. Spanduk sepanjang 60 meter yang berisi 1.000 tanda tangan mendukung rekomendasi Tim Delapan, digelar di halaman Istana Negara, Jakarta.

Rencananya spanduk tersebut akan diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tetapi tidak diijinkan oleh petugas keamanan di lingkungan Istana.

Selain menggelar spanduk, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi juga menyampaikan petisi rakyat untuk mendukung rekomendasi Tim 8 dan pemberantasan korupsi.

Sebelummya, dalam pertemuan dengan pemimpin media massa, Presiden Yudhoyono mengisyaratkan akan mengambil langkah penyelesaian di luar pengadilan.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.