Hatta adukan LSM ke polisi

Hatta Rajasa
Image caption Hatta Rajasa melaporkan pencemaran nama kepada kepolisian

Menko Perekonomian Hatta Rajasa, tiga anggota keluarga Mallarangeng, dan putra Presiden Yudhoyono, Eddhie Baskoro, melaporkan pimpinan sejumlah pegiat LSM ke Polda Metro Jaya.

Mereka menganggap nama mereka tercemar karena para pegiat itu menyebarkan data tentang dugaan keterlibatan sejumlah elit politik yang menerima aliran dana Bank Century sebesar milyaran rupiah.

Wartawan BBC di Jakarta, Ervan Hardoko, melaporkan bahwa data yang dirilis para pegiat LSM itu menyebutkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa disebut menerima uang sebesar Rp 10 milyar.

Namun pegiat LSM Benteng Demokrasi Rakyat Bendera, M H Thamrin, menolak membeberkan asal data tersebut.

Pegiat itu mengatakan mendapatkan informasi tersebut dari nama yang tidak mau dicemarkan namanya karena ini menyangkut nyawanya.

"PPTAK saja minta perlindungan hukum. Kenapa ada seperti itu padahal lembaga sendiri. Apalagi kami sebagai aktivis," ujar M H Thamrin.

Sementara itu Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Yunus Hussein mengatakan pihaknya belum mengungkap data apapun seputar aliran dana Bank Century.

Bahkan Yunus Hussein menegaskan tidak memiliki data seputar nama atau partai tertentu yang disebut menerima aliran dana Bank Century.

"Sebagian menyebut sumber informasi dari kami, padahal terus terang saja kami tidak menerima informasi itu. Misalnya dari partai ini terima sekian, orang ini terima sekian. Kami sendiri tidak punya informasi itu," kata Yunus.

Membantah keras

Tuduhan pegiat LSM itu langsung dibantah oleh Menteri Perekonomian Hatta Radjasa, yang melaporkan pencemaran namanya kepada kepolisian.

"Itu fitnah besar dan saya tentu akan melaporkannya ke pihak Kepolisian agar diusut karena fitnah seperti itu tidak baik."

Oleh karena itu, tambah Hatta, PPATK perlu menyampaikan hasil auditnya kepada pihak berwenang.

"Agar jelas, siapa yang menerima dana-dana tersebut sehingga tidak ada fitnah."

Selain Hatta Rajasa, putra Presiden Yudhoyono, Eddhie Baskoro, dan tiga bersaudara Mallarangeng yaitu Andi, Rizal, serta Zulkarnaen juga disebut menerima dana dari Bank Century.

Menurut data itu, dana Bank Century yang dibagikan kepada para politisi mencapai Rp 1,8 trilyun.

Data aliran dana Bank Century yang dimiliki PPTAK kini memang menjadi sangat penting.

DPR yang tengah menyelidiki kasus ini, telah meminta PPATK agar bersedia memberikan data aliran dana tersebut sebagai bahan penyelidikan.

Badan Pemeriksa Keuangan, BPK, juga pernah meminta data yang sama kepada lembaga tersebut.

Namun semua permintaan ini ditolak oleh PPATK dengan alasan pihaknya diwajibkan merahasiakan data kecuali jika dibutuhkan lembaga Kejaksaan atau Kepolisian.