Wartawan Belanda dibebaskan

Papua
Image caption Empat wartawan Belanda ditangkap karena meliput tanpa ijin

Empat wartawan Belanda telah dibebaskan oleh Kepolisian Papua, pada pekan ketiga Maret 2009.

Mereka berada di Papua untuk meliput unjuk rasa pro kemerdekaan dan kepulangan seorang tokoh masyarakat setempat, Nicholas Jouwe, yang mengasingkan diri di Belanda selama 40 tahun.

Kepala Kepolsian Daerah Papua Bagus Eko Danto mengatakan keempat wartawan itu tidak mempunya ijin untuk meliput unjuk rasa di Papua.

"Kelompok Nicholas Jouwe sudah berangkat pagi harinya namun mereka masih meliput unjuk rasa walau tidak punya ijin," katanya.

Keempat wartawan itu antara lain adalah koresponden NRC Handelsblad, Elske Schouten, dan tiga produser film dokumentasi.

Mereka tampak meliput aksi sekitar 1.000 pengunjuk rasa yang menuntut agar DPRD Papua melakukan boikot pemilihan umum 9 April.

Para pengunjuk rasa juga memekik "Papua Merdeka" dalam aksi tersebut.

Nicholas Jouwe yang berusia 85 tahun tiba di Indonesia sepekan sebelumnya dan bertemu dengan Menteri Koordinator Kesejahteraan Sosial, Aburizal Bakrie.