SBY tuduh lawan politik bergerak

Susilo Bambang Yudhoyono
Image caption Presiden tuduh Hari Anti Korupsi ditunggangi oleh lawan politiknya

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menuduh rencana peringatan Hari Anti Korupsi Dunia tanggal 9 Desember memiliki motif politik.

Dalam pidato di depan peserta rapat pimpinan nasional Partai Demokrat hari Minggu (6/12) SBY mengatakan memiliki fakta dan bukti tentang gerakan politik dibalik rencana peringatan itu meski tidak menyebut kelompok atau nama tertentu.

Presiden meminta agar polisi bersikap hati-hati saat mengamankan acara peringatan tersebut.

Ini adalah tuduhan kedua yang dilontarkan oleh SBY setelah dalam pembukaan rapat kabinet hari Jumat (4/12) dia menyebut sejumlah orang yang selama ini tidak pernah terlibat dalam upaya pemberantasan korupsi akan memanfaatkan acara peringatan Hari Anti Korupsi Duniaitu.

Media di Indonesia menyebut tuduhan itu muncul setelah beredar dokumen yang menyebut ada kesepakatan sejumlah tokoh untuk menggulingkan Yudhoyono dari kursi kepresidenan.

Tuduhan ini dipertanyakan oleh penyelenggara peringatan Hari Anti Korupsi Dunia hari Rabu itu, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi atau KOMPAK.

Namun pimpinan Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan pidato presiden itu lebih sebagai antisipasi agar aksi penyusupan yang pernah terjadi di masa lalu tidak terulang lagi.

Tuduhan Presiden Yudhoyono atas rencana perayaan anti korupsi terjadi, ketika kasus Bank Century yang dicurigai melibatkan orang-orang dekat di sekeliling Presiden, tengah dimasalahkan secara politik oleh DPR. P

Presiden Yudhoyono sendiri sejak awal membantah tuduhan yang menyebut aliran dana Bank Century digunakan untuk kepentingan dirinya dan Partai Demokrat saat pemilu legislatif dan pemilihan presiden lalu.

Berita terkait