Chandra dan Bibit kembali bertugas

Bibit dan Chandra kini kembali mengisi kursi pimpinan KPK
Image caption Bibit dan Chandra kembali mengisi kursi pimpinan KPK setelah inonaktfik

Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto resmi kembali menduduki posisi pimpinan KPK setelah sebelumnya dinonaktifkan karena dtuduh melakukan penyalahgunaan wewenang.

Dalam tugasnya mendatang mereka akan segera menangani kasus dugaan korupsi yang saat ini masih diselidiki oleh KPK.

Meski demikian, keduanya tidak akan menangani kasus dugaan suap yang melibatkan Anggodo.

Kedatangan mereka ke kantor KPK disambut oleh Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi, Kompak, dengan menyerahkan nasi tumpeng berhiaskan ukiran cicak dari wortel.

Para aktivis Kompak mengawali penyambutan Bibit Samad Riyanto dan Chandra dengan menyerahkan gunungan nasi tumpeng berhias ukiran cicak dari wortel. Mereka juga meminta KPK segera menyelesaikan dugaan korupsi dalam penyaluran dana kasus Century.

Saat menanggapi permintaan tersebut, Bibit Samad Riyanto meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap proses penanganan kasus Century oleh KPK.

KPK, demikian kata Bibit, akan menindak siapapun yang terbukti bersalah.

Audit investigasi

Bibit menjelaskan KPK pada bulan Juni kirim kepada Badan Pemeriksa Keuangan, BPK untuk meminta lembaga tersebut mengadakan audit investigasi.

"Sekarang ini kabarnya sudah ada hasilnya. Kita tinggal tindaklanjuti," katanya.

"Jangan khawatir. Yang jelas [kalau] ada tindak korupsinya, akan kita tindak, siapa pun," tegas Bibit yang pensiunan perwira Polri.

Menanggapi permintaan tersebut Bibid Samad Riyanto meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap proses penanganan kasus Century oleh KPK.

Sedangkan untuk kasus dugaan suap Anggodo Wijoyo yang saat ini juga ditangani KPK, Bibid dan Chandra Hamzah telah memutuskan untuk tidak ikut terlibat dalam pemeriksaan kasus tersebut.

Chandra mengatakan hal itu ditempuh untuk menghindari kecurigaan dugaan adanya konflik kepentingan.

Anggodo Wijoyo adalah orang yang diduga ikut terlibat dalam upaya penonaktifkan Chandra dan Bibit karena dugaan penyalahgunaan wewenang.

Dalam rekaman perbincangan yang dperdengarkan di Mahkamah Konstitusi, Anggodo terdengar mengatur sejumlah orang yang diduga aparat hukum untuk mengenakan sejumlah sangkaan terhadap dua pimpinan KPK ini.

Saat ini kasus Anggodo tengah diselidiki oleh KPK dengan dugaan penyuapan dan pemufakatan melakukan tindak pidana korupsi.