Wapres bantah ada pembicaraan

Gedung DPR RI
Image caption Pansus DPR akan menelusuri aliran dana penyelamatan Bank Century

Wakil Presiden Boediono membantah adanya pembicaraan langsung antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan mantan pemilik Bank Century Robert Tantular.

Bantahan itu disampaikan Boediono setelah anggota Pansus DPR mengenai penyelamatan Bank Century, Bambang Soesatyo, hari Jumat meminta kepada pimpinan Pansus agar menghadirkan Robert Tantular.

Politisi Golkar itu juga meminta Pansus menjadwalkan pemutaran rekaman pembicaraan yang diduga terjadi antara mantan pemilik Bank Century itu dengan Sri Mulyani sebelum keputusan penyelamatan Bank Century diambil.

Namun Wakil Presiden Boediono yang saat itu menjabat Gubernur Bank Indonesia membantah tuduhan tersebut.

"Robert Tantular tidak ada di dalam rapat. Yang kedua, tidak ada pembicaraan apapun karena dia tidak ada di rapat, yang dikesankan seakan-akan terjadi antara menteri keuangan dan yang bersangkutan," tegas Boediono dalam jumpa pers di kantor Wapres, Sabtu (12/12).

Akan tetapi, Boediono mengakui bahwa Robert Tantular hadir di ruangan lain ketika rapat digelar November lalu.

Klarifikasi

Menurutnya, Robert Tantular memang dihadirkan di luar ruang rapat bilamana diperlukan, terkait urusan dengan Bank Century.

Kehadiran ini, tambahnya, sudah sesuai dengan prosedur Bank Indonesia.

Dalam wawancara dengan BBC, Bambang Soesatyo menegaskan dia hanya ingin meminta klarifikasi soal rekaman pembicaraan tambahan yang diduga terjadi antara Robert Tantular dan Sri Mulyani.

"Kami memperoleh rekaman pembicaraan antara Sri Mulyani dengan Robert Tantular. Jadi kami butuh konfirmasi lebih lanjut atas pembicaraan ini karena ini terjadi antara tanggal 20-21 November, di mana itu sedang terjadi proses bail out di situ," kata Bambang.

Ketika ditanya dari mana sumber rekaman itu, Bambang menjelaskan dari departemen keuangan.

Hanya saja, tambahnya, rekaman yang diperolehnya kemungkinan tidak sama dengan rekaman milik departemen keuangan.

"Karena rekaman yang kami peroleh itu hanya di ujungnya saja yang kira-kira begini, ya sudah Robert selanjutnya ini rapat tertutup," kata anggota Pansus dari Fraksi Partai Golkar itu.

Senin ini Pansus DPR mengenai penyelamatan Bank Century direncanakan akan menyusun agenda kerja.

Pansus dibentuk untuk menelusuri aliran dana talangan Bank Century yang menyedot uang negara sebesar Rp 6,7 miliar.

Badan Pemeriksa Keuangan dalam laporan penyelidikan awal atas aliran dana Bank Century itu menyatakan ada dugaan pelanggaran dan alasan bahaya sistemik untuk menyelamatkan Bank Century tidak menyeluruh.