Terbaru 26 Desember 2009 - 12:03 GMT

Instruksi pelajari Gurita Cikeas

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden tidak memerintahkan penarikan buku Gurita Cikeas

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tengah mempelajari buku Gurita Cikeas karya George Junus Aditjondro yang mengkaitkan presiden dengan kasus Bank Century.

"Presiden menginstruksikan kepada staf khusus presiden untuk mempelajrai yang ditulis itu," kata jurubicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada wartawan BBC Indonesia Asyari Usman.

Namun ditegaskan bahwa presiden tidak pernah memerintahkan penarikan buku itu dari toko-toko buku.

"Tidak ada perintah untuk menarik buku itu atau bertindak lebih jauh selain mempelajarinya," tambah Julian.

Juga belum ada arahan mengenai tindakan yang harus diambil sehubungan dengan buku karya Dr George Junus Aditjondro itu.

Pernyataan ini disampaikan di tengah laporan bahwa mulai hari ini buku yang ditulis oleh peneliti korupsi tersebut tidak terlihat lagi di berbagai toko buku di Jakarta.

Mengarah pada SBY

Buku Gurita Cikeas menguraikan kegiatan sejumlah yayasan yang berafiliasi ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk dalam pengumpulan dana kampanye Partai Demokrat dan dana kampanye pemilihan presiden.

Semuanya mengarah kepada SBY dan sumber-sumbernya otentik tapi saya tidak bisa menyebutkannya.

Dr George Junus Aditjondro

Kepada BBC, Dr George Junus Aditjondro menegaskan bahwa bukunya tidak berkaitan dengan Pansus Bank Century di DPR yang sedang melakukan penyelidikan.

Dia juga menambahkan tidak melakukan pendekatan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pribadi tapi sebagai calon Partai Demokrat.

Dalam bukunya, dengan sub judul Di balik Skandal Bank Century, Aditjondro menjelaskan bahwa beberapa nasabah besar Bank Century ikut membiayai kampanye Partai Demokrat dan SBY, khususnya kelompok Sampoerna dan Hartati Murdaya.

"Seluruh isi buku itu mengarah bahwa selama waktu 5 tahun memerintah, dia sudah membangun semacam oligarki yang dalam bahasa populer kita sebut gurita."

"Dan gurita itu meliputi partai, yayasan, dan perusahaan-perusahaan."

Ada beberapa bagian dari buku itu, antara lain tentang Budi Sampoerna yang memberikan bantuan untuk mendirikan koran yang berkaitan dengan Partai Demokrat maupun SBY.

"Semuanya mengarah kepada SBY dan sumber-sumbernya otentik tapi saya tidak bisa menyebutkannya," tegasnya.

Sempat terjual

Gurita Cikeas disebutkan sempat dipasarkan di toko buku, seperti yang dilaporkan oleh Kompas.com.

Namun Persda Network yang berusaha membeli buku tersebut di toko buku TB Gramedia Bintaro harus beradu mulut dengan staf toko buku.

"Baru saja bukunya sudah ditarik. Ada instruksi dari pusat langsung telepon," ujar Indah, staf toko buku kepada Persda Network di Bintaro, Jumat sore, seperti dimuat di Kompas.com.

Menurut Indah, buku yang menyebut keluarga lingkaran Presiden SBY dengan skandal Bank Century tersebut baru saja masuk Jumat siang dan sudah terjual 14 buku di TB Gramedia Bintaro.

George Aditjondro sering melakukan penelitian tentang korupsi para pemimpin di Indonesia dan sebelumnya menerbitkan buku tentang dugaan korupsi yang dilakukan keluarga mantan Presiden Suharto.

Dia juga sempat berkunjung ke London untuk menelusuri kekayaan maupun rumah milik keluarga Suharto.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.