Terbaru  4 Maret 2010 - 13:04 GMT

Peta politik pasca Century

Sidang DPR

Sidang pleno DPR RI soal Bank Century berlangsung seret

Hasil sidang paripurna DPR soal Bank Century, Rabu malam dinilai membuat peta politik di DPR berubah total.

Bardasarkan perolehan suara, kubu koalisi kini praktis hanya didukung tiga partai saja yaitu Partai Demokrat, PAN dan PKB.

Dalam sidang pengambilan keputusan soal RUU Pertanggungjawabab APBN 2008 Kamis siang, tidak satupun anggota dewan mengganggu pidato Sri Mulyani, meski sebelumnya santer disebut bertanggung jawab dalam kasus penyelamatan Bank Century.

Seluruh anggota parlemen yang hadir menerima pertanggungjawaban APBN 2008.

Usai sidang paripurna, Sri Mulyani mengatakan belum mau berkomentar banyak soal hasil Paripurna DPR tentang Bank Century,

"Saya dalam hal ini akan mempelajari dan pada waktunya pemerintah termasuk Bapak Presiden akan menyampaikan pandangan terhadap hasil tadi malam.

Dia menegaskan kembali sikapnya selama ini.

"Seperti saya sebutkan kemarin, proses hukum memang seharusnya dan selayaknya dilakukan terhadap siapapun yang dianggap melanggar peraturan perundang-undangan dan merugikan negara. Oleh karena itu, kita hormati seluruh kesimpulan yang diambil kemarin," kata Sri Mulyani kepada para wartawan.

Sri Mulyani enggan berkomentar lebih jauh soal masa depannya dan hubungan pemerintah dengan parlemen.

Tidak khawatir

Anggota DPR dari Fraksi Demokrat Yahya Sacawiria sama sekali tidak khawatir hubungan antara pemerintah dan parlemen memburuk pasca paripurna kasus Bank Century.

"Kita tidak khawatir karena proses masa bakti ini lima tahun. Jadi tidak tertutup kemunkinan tiga bulan atau empat bulan lagi kita dapat koalisi yang baru lagi," jelas Yahya yang juga duduk sebagai Wakil ketua Panitia Angket Bank Century.

Dengan melepas Sri Mulyani, setidaknya masyarakat akan melihat betapa SBY begitu mudah ditekan oleh mitra koalisinya

Burhanudin

Dia menegaskan meski beberapa partai koalisi berbeda haluan dengan Partai Demokrat, dia yakin koalisi tidak akan bubar.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Anis Matta. Menurutnya, posisi enam fraksi yang menentang kebijakan dana talangan tidak berbanding lurus dengan masa depan koalisi.

"Perbedaan sikap partai-partai koalisi dalam kasus Century tidak perlu mengganggu rasa kebersamaan dalam koalisi karena ini adalah perbedaan pendapat dalam memahami data dan fakta-fakta hukum," tuturnya.

Sementara itu, pengamat politik Burhanudin Muhtadi berpendapat hubungan pemerintah dengan parlemen akan memburuk.

Dan, Presiden Yudhoyono serta Partai Demokrat hanya memiliki sedikit pilihan untuk memperbaiki kondisi ini. Namun, pencopotan Sri Mulyani, kata Burhanuddin, belum akan terjadi dalam waktu dekat.

"Dengan melepas Sri Mulyani, setidaknya masyarakat akan melihat betapa SBY begitu mudah ditekan oleh mitra koalisinya dan hal itu yang ingin dihindari oleh SBY dan Demokrat," jelas Burhanudin.

Burhanudin menambahkan yang bisa dilakukan Presiden Yudhoyono dan Partai Demokrat adalah mendekati lagi mitra-mitra koalisi yang membelot, sambil berupaya menghilangkan duri dalam daging koalisi besar ini.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.