Terbaru  26 Maret 2010 - 09:21 GMT

Kasus suap pejabat RI divonis di Inggris hari ini

bensin

Kasus ini terkait dengan bensin bertimbal di Indonesia

Pengadilan Inggris hari ini (26/03) akan menetapkan penalti keuangan kepada sebuah perusahaan multinasional yang memberi komisi miliaran rupiah kepada pejabat-pejabat Indonesia agar membeli zat additif tetra ethyl lead (TEL) yang dipakai untuk bensin bertimbal, melalui agen mereka di Indonesia.

Dalam berkas dakwaan badan antikorupsi Inggris (Serious Fraud Office) mengatakan uang suap itu membuat penghapusan bensin bertimbal di Indonesia menjadi tertunda.

Perusahan Innospec Limited yang berkedudukan di Cheshire, Inggris Utara, sudah mengaku bersalah atas dakwaan korupsi yang diajukan pihak penuntut, dan bahkan melakukan penyelidikan internal atas penyuapan yang dilakukan atas persetujuan sejumlah eksekutif Innospec ketika itu.

Hakim juga sudah menyatakan penalti keuangan yang akan dijatuhkan kepada Innospec tidak akan melebihi US$ 12,7 juta.

Perkara yang akan diputus hari Jumat ini adalah bentuk penalti keuangan itu, apakah penyitaan atau denda.

Dakwaan itu secara terinci menyebut sejumlah mantan pejabat Pertamina, BP Migas dan Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral.

Di antara nama yang disebut adalah mantan Dirjen Migas di Departemen ESDM yang kemudian menjadi kepala BP Migas, Rachmat Sudibyo.

Dakwaan itu menyebutkan bahwa Rachmat menerima komisi sebesar US$ 265.000 pada tahun 2001 dan US$ 295.150 pada 2002. Dalam wawancara dengan BBC, Rachmat Sudibyo membantah telah menerima uang suap.


BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.