Terbaru  21 Mei 2010 - 05:45 GMT

Gesang dimakamkan secara militer

Gesang

Kepergian Gesang ditangisi pencinta karyanya di berbagai negara

Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mendukung Gesang Martohartono menjadi pahlawan nasional di bidang budaya.

"Ya kalau Pemerintah Kota Surakarta mengajukan Pak Gesang untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional bidang kebudayaan, kami akan mendukungnya, karena perjuangan beliau semasa hidupnya untuk memajukan budaya khususnya keroncong luar bisa," kata Agung.

Pemerintah kata Agung juga akan mempertimbangkan pendirian museum yang akan memamerkan karya Gesang.

Dalam prosesi pemakaman hari ini ribuan warga Kota Solo hadir memberikan penghormatan terakhir kepada maestro keroncong asal Solo di rumah duka di Kemelayan.

Seniman yang mempunyai nama lengkap Gesang Martomartono ini meninggal dunia dalam usia 92 tahun Kamis kemarin setelah dirawat di rumah sakit di kota kediamannya, Solo.

Ungkapan duka juga mengalir dari luar Indonesia. Duta Besar Jepang untuk Indonesia di Jakarta, Kojiro Shiojiri, mengatakan, nama Gesang dengan lagu ciptaannya, "Bengawan Solo", sudah menyatu dengan masyarakat Jepang.

Usai melayat, Dubes Jepang mengatakan dia atas nama masyarakat Jepang merasa kehilangan tokoh seniman besar asal Solo itu.

Ya kalau Pemerintah Kota Surakarta mengajukan Pak Gesang untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional bidang kebudayaan, kami akan mendukungnya

Agung Laksono

Jepang adalah salah satu negara yang sering didatangi oleh Gesang, karena respon pencinta musik di negara tersebut terhadap karya Gesang cukup besar.

Selain di Jepang, lagu-lagu keroncong karya Gesang juga dikenal oleh pencinta musik di Belanda.

Lagu-lagu ciptaan almarhum Gesang sendiri banyak yang diterjemahkan ke bahasa asing, salah satunya lagu "Bengawan Solo" yang telah diterjemahkan ke dalam 13 bahasa asing.

Komitmen tinggi

Gesang yang lahir tahun 1917 adalah musisi otodidak dan mencari nafkah dengan menulis lagu dan menyanyi di sejumlah acara, termasuk perkawinan dan acara-acara lain.

Pada masa pendudukan Belanda tahun 1940, Gesang yang berusia 23 tahun saat itu menciptakan lagu berirama keroncong dengan menggunakan seruling.

Komitmenya yang tinggi terhadap dunia seni membuat dia diganjar penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma dari pemerintah tahun 2002.

Dia juga pernah mendapat penghargaan Anugerah Bintang Kehormatan dari Kaisar Jepang , Akihito pada tahun 1992.

Sebelum dimakamkan, Gesang disemayamkan di Balai Kota pada pukul 14.00, dan dilanjutkan dengan prosesi pemakaman secara militer 30 menit kemudian Gesang di makam keluarga Pracimaloyo, Makam Haji, Sukoharjo.

Presiden dalam prosesi pemakaman Gesang diwakili oleh Menteri Koordinator Kesejahtraan Rakyat, Agung Laksono.

Dute Besar Jepang untuk Indonesia, Kajiro Shiojiri juga tampak melayat dan menyampaikan duka cita terhadap keluarga Gesang.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.