Terbaru  31 Mei 2010 - 08:48 GMT

Jakarta larang rokok dalam gedung

Aturan baru tidak merokok di Jakarta

Nikotin tetap menyebar meski disediakan ruang khusus merokok

Pemerintah kota Jakarta memberlakukan aturan baru larangan merokok dalam gedung, termasuk dalam ruang khusus merokok yang sebelumnya diatur dalam ketentuan Perda DKI.

Dalam aturan baru ini pengelola gedung dilarang menyediakan ruangan khusus untuk merokok karena ruangan merokok terpisah dianggap tidak efektif mencegah asap rokok terhisap oleh warga bukan perokok.

"Berdasarkan survey yang kami lakukan bekerja sama dengan John Hopkins University, rokok di ruang khusus di berbagai gedung di Jakarta ternyata tetap terhisap kemana-mana," kata Kepala Bidang Penegakan Hukum Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jakarta, Ridwan Panjaitan.

Ridwan dan sejumlah petugas BPLHD Jakarta pada Senin (31/05), melakukan pemeriksaan ke sejumlah gedung di Jakarta serta mensosialisasikan peraturan Gubernur No.88 tahun 2010 tentang aturan baru merokok diluar ruang.

Sosialisasi dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Anti Tembakau sedunia, 31 Mei 2010.

Dalam penelitian dengan Universitas John Hopkins AS, menurut Ridwan di berbagai tempat umum masih ditemukan sisa asap rokok dalam jumlah besar di berbagai gedung meski sudah disediakan ruang khusus merokok.

Pengukuran kadar nikotin dilakukan di 34 lokasi di lokasi antara lain di sekolah, masjid dan gereja serta berbagai loaksi hiburan publik.

"Kami sedang dalam proses sosialisasi. Bagi gedung yang membandel kami akan kenakan sanksi pengumuman melalui liputan media massa," tambah Ridwan.

Bagi gedung yang membandel kami akan kenakan sanksi pengumuman melalui liputan media massa

Ridwan Panjaitan

Ridwan mengakui sejumlah pengelola gedung keberatan dengan peraturan tidak merokok yang baru ini.

Namun menurut Wakil ketua Komnas Pengendalian Dampak Tembakau, Mia Hanafiah, pemda DKI sudah bergerak ke arah yang tepat dalam menyusun keijakan pengendalian tembakau.

"Memang masih banyak kelemahan karena kontrolnya sering kurang. Tetapi ini sudah bergerak ke arah yang benar," tambah Mia.

Jakarta menjadi salah satu kota dengan jumlah perokok terbesar di Indonesia.

Menurut WHO saat ini terdapat sekitar 65 juta perokok di Indonesia menjadikan negara ini sebagai penyandang jumlah perokok ketiga terbanyak di dunia setelah Cina dan India.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.