Terbaru  5 Juli 2010 - 09:15 GMT

Presiden minta Kapolri beri penjelasan

Presiden Yudhoyono

Presiden mengaku menerima sms dan pertanyaan soal rekening polisi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Kapolri untuk menanggapi kasus rekening perwira tinggi polri yang diberitakan di sejumlah media.

"Isu rekening dari sejumlah petinggi meluas kemana-mana, sms banyak sekali ke saya meminta tolong (masalah ini) untuk ditanggapi, diselesaikan, dikelola dengan baik, kalau ada pelanggaran hukum diberikan sanksi, kalau tidak ada ya jelaskan," kata presiden hari Senin (5/7).

Presiden mengatakan prinsipnya adalah penegakan hukum, dan bagi yang tidak bersalah harus dilindungi hak-hak mereka.

Tim gabungan

Ketika memberita tanggapan terhadap pernyataan Presiden Yudhoyono, Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) mengatakan kepolisian Indonesia harus segera menanggapi masalah dugaan kepemilikan rekening senilai miliaran rupiah oleh perwira tinggi polri.

Sekretaris Kompolnas Adnan Pandupraja mengatakan kepada BBC polri harus lebih proaktif menindaklanjuti permintaan presiden dengan membentuk tim investigasi gabungan.

Polri tidak punya pilihan lain harus segera merespon dengan membentuk tim gabungan yang tidak hanya melibatkan internal polri, tapi juga melibatkan penegak hukum lain seperti KPK

Adnan Pandupraja, Kompolnas

"Polri tidak punya pilihan lain harus segera merespon dengan membentuk tim gabungan yang tidak hanya melibatkan internal polri, tapi juga melibatkan penegak hukum lain seperti KPK," tambah Adnan.

Tim gabungan ini, menurut Adnan, diperlukan untuk menghindarkan konflik kepentingan dalam investigasi dugaan kepemilikan rekening miliaran rupiah oleh perwira tinggi polri, seperti yang terjadi dalam kasus mantan pegawai Dirjen Pajak Gayus Tambunan.

"Dalam kasus yang baru saja di bicarakan terkait Gayus, bagaimana kita melihat jaksa serius bahkan serahkan kepada polisi, jaksa sudah ditindak secara internal, sementara polri kan belum, jadi masih sungkan lah," tambah Adnan.

Dalam kasus Gayus, kepolisian sudah menetapkan 12 orang tersangka antara lain dua polisi dan jaksa, yaitu Kompol Arafat Enanie, dan AKP Sri Sumartini, Jaksa Cirus Sinaga, dan Poltak Manulang karena diduga menerima uang dari Gayus Tambunan.

Sementara itu, sejumlah nama perwira tinggi polri yang diduga menerima uang dari Gayus hanya menerima sanksi dicopot dari jabatannya yaitu Brigjen Edmon Ilyas dan Brigjen Raja Erizman.

Sebelumnya, Kepolisian menyebut menerima 1.100 laporan masyarakat terkait rekening mencurigakan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan PPATK, 800 rekening sudah diklarifikasi, termasuk 20 an rekening milik perwira tinggi polri.

Hasil klarifikasi yang dilakukan diserahkan kepada Pusat PPATK.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.