Terbaru  9 Agustus 2010 - 07:52 GMT

Polri jelaskan alasan Baasyir ditangkap

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir juga pendiri JAT

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir ditangkap berkaitan dengan keterlibatan langsungnya dalam rencana teror, kata polri.

Berbicara dalam konferensi pers di Jakarta hari Senin (9/8) Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang, Senin, menjelaskan Ba'asyir berperan aktif dalam rencana awal pembentukan "qoidah aminah" atau basis aman bagi gerakan terorisme di Aceh.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Tukar format AV

Selain itu, pimpinan Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Solo itu ditengarai polisi telah menunjuk Dulmatin yang ditembak mati pasukan antiteror beberapa waktu lalu di Pamulang, Tangerang, sebagai pemimpin lapangan rencana tersebut.

Menurut Edward, faktor lainnya yang mendorong polisi menangkap Ba'asyir adalah karena dia mengetahui rangkaian pelatihan gerakan terorisme di Aceh dan dia mendapat laporan langsung daro orang lapangannya.

"Antara lain berperan aktif dalam menyiapkan rencana awal pelatihan militer bagi kelompok teror di Aceh. Beliau juga turut merestui dan mendanai kegiatan latiham kemiliteran di Aceh."

"Beliau mengetahui semua rangkaian pelatihan dan rencana-rencana yang berlangsung di Aceh karena beliau secara rutin mendapat laporan dari pengelola lapangan," tambah Edward.

Abu Bakar Ba'asyir, 72 tahun, ditangkap di Banjar, Jawa Barat Senin pagi (9/8) dan dibawa ke Mabes Polri Senin siang dengan pengawalan ketat oleh personel Densus 88.

Pernah dipenjara

Beliau mengetahui semua rangkaian pelatihan dan rencana-rencana yang berlangsung di Aceh karena beliau secara rutin mendapat laporan dari pengelola lapangan.

Irjen Pol Edward Aritonang

Dalam keterangan persnya, Edward Aritonang, menambahkan penangkapan Baasyir juga didasarkan bukti-bukti yang diperoleh dari lokasi penangkapan lima orang di dua wilayah di Provinsi Jawa Barat akhir pekan lalu.

Orang-orang yang ditangkap akhir pekan lalu itu menurut polisi adalah anggota organisasi Jamaah Ansharut Tauhid, sebuahg organisasi yang dibentuk oleh Ba'asyir.

Kepolisian mengatakan mereka sedang merencanakan serangan teroris, antara lain terhadap Markas Besar Kepolisian RI, serta beberapa hotel internasional dan kedutaan asing di Jakarta.

Di lokasi penangkapan ini, polisi juga menemukan hal yang disebut sebagai laboratorium pembuatan bom.

Selain salah seorang pendiri pesantren al-Islam Ngruki, dan bekas Amir Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI), dia juga pendiri Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Beberapa anggota JAT ditahan berkaitan dengan pengusutan kasus terorisme.

Kabar penahanan Baasyir tersiar hari Senin setelah tim antiteror Mabes Polri menangkap sejumlah orang yang diduga teroris di Cibiru, Bandung dan Subang, Jawa Barat, pada akhir pekan.

Baasyir pernah menghuni penjara selama lebih dari dua tahun atas dakwaan keterlibatan dalam serangan bom Bali Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang.

Namun, dia kemudian nyatakan tidak bersalah atas dakwaan dan dibebaskan pada tahun 2006. Dia hanya dinyatakan bersalah atas dakwaan pelanggaran keimigrasian.

Baasyir pernah dituduh menjadi pemimpin spiritual Jemaah Islamiyah, kelompok yang dikatakan terkait dengan al-Qaida.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.