Terbaru  21 September 2010 - 21:35 GMT

MA tolak kasasi Antasari

Antasari Azhar

Antasari masih bisa mengajukan PK jika punya bukti baru

Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar sebab terbukti ikut serta merencanakan pembunuhan terhadap Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain.

Dengan putusan ini Antasari tetap harus menjalani hukuman 18 tahun penjara. Putusan Mahkamah Agung itu dibacakan Selasa (21/09) oleh majelis hakim MA.

Salah satu anggota majelis hakim adalah Artidjo Alkostar dan kepada BBC Indonesia dia mengatakan hakim menilai pengadilan negeri dan pengadilan tinggi sudah menerapkah hukum secara benar.

"Kasasi terdakwa kami tolak karena penagdilan negeri dan pengadilan tinggi sudah benar menerapkan hukum bahwa Antasari turut serta menganjurkan pembunuhan. Bukan menganjurkan pembunuhan. Kalo yang di pengadilan tinggi kan dia terbukti menganjurkan pembunuhan. Jadi yang benar adalah putusan di pengadilan negeri," jelas Artidjo kepada BBC Selasa sore.

Kasasi terdakwa kami tolak karena pengadilan negeri dan pengadilan tinggi sudah benar menerapkan hukum bahwa Antasari turut serta menganjurkan pembunuhan

Artidjo Alkostar

Selain menolak kasasi Antasari, Mahkamah Agung juga menolak kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum dalam kasus pembunuhan ini.

"JPUnya minta supaya antasari dihukum mati. Kita tolak dengan alasan judex facti, telah mempertimbangkan hal-hal yang meringankan maupun yang memberatkan," tambah Artidjo.

Pengacara Antasari

Ketua tim pengacara Antasari, Juniver Girsang mengatakan selama persidangan Antasari tidak terbukti melakukan seperti yang didakwakan.

"Sebetulnya dari awal kami mengatakan sesuai dengan bukti-bukti dan saksi-saksi, tidak satu saksi pun yang mengatakan bahwa pelakunya itu adalah Antasari.

Kemudian sebagai dakwaan awal, bahwa bukti yang menyatakan Antasari terlibat itu adalahkiriman sms, ternyata di persidangan terbukti Antasari tidak pernah mengirimkan sms.

"Yang kedua dengan ada kesaksian Williardy Wizard bahwa dia menyebutkan nama Antasari karena arahan tim penyidik dengan imbalan tidak akan diproses, itu kan artinya Antasari tidak bisa diproses."

Juniver Girsang menegaskan masih ada upaya hukum yang masih bisa ditempuh oleh kliennya yaitu Peninjauan Kembali, walaupun hingga saat ini pihaknya masih harus menunggu salinan putusan itu terlebih dahulu untuk bisa mempelajarinya dan mengambil langkah berikutnya.

"Ada upaya hukum yang namanya PK. Syaratnya harus ada novum atau bukti baru dan kemudian pertentangan antara pertimbangan-pertimbangan yang digunakan hakim," tambah dia.

Nanti setelah kami menerima putusan, kami akan mempelajarinya dan membahasnya dengan klien kami, kalau ada pertimbangan-pertimbangan hakim yang bertentangan, yah itu akan kami gunakan. Atau tidak tertutup kemungkinan nanti ada bukti baru," tambah Juniver Girsang.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.