Terbaru  28 September 2010 - 08:41 GMT

Pemutaran film gay di Jakarta batal

Aksi protes FPI

FPI mengancam tak bertanggungjawab bila lokasi pemutaran film dibakar

Sejumlah lokasi yang sebelumnya berencana menayangkan pemutaran film gay sebagai bagian dari Q Film Festival di Jakarta, membatalkan agendanya.

Pembatalan terjadi akibat tekanan sekelompok massa Front Pembela Islam, FPI, yang datang ke lokasi pemutaran film antara lain Pusat Kebudayaan Prancis CCF, Goethe Institut, Erasmus Huis, dan Japan Foundation di Jakarta.

Puluhan anggota FPI mengendarai motor roda dua dan kendaraan bak terbuka sambil membawa spanduk dan pengeras suara menuntut pengelola lokasi pemutaran film membatalkan niatnya.

Seperti dilaporkan wartawan BBC di Jakarta, Sri Lestari, mereka juga membawa potongan gambar dari adegan film yang akan diputar untuk menunjukkan ketidaksenangan atas isi film-film tersebut.

Wakil Sekjen FPI Jakarta yang memimpin aksi protes, Awit Mashuri, mengatakan menolak festival ini karena bertentangan dengan nilai asli Indonesia.

"Kan negara kita adalah negara agama, tentunya kita tak mau ada homo dan lesbian," kata Mashuri.

Dia mengancam akan ada aksi kekerasan jika pemutaran film tetap dilangsungkan.

"Jangan salahkan kalau umat marah ambil tindakan sendiri, bakar tempat ini, membunuh orang di dalamnya," tantangnya.

Meski seluruh aksi mereka diikuti puluhan aparat polisi, tidak ada tindakan pencegahan apapun dari aparat.

Agenda batal

Belum ada tanggapan resmi dari pengelola lokasi tempat film diputar, namun agenda pemutaran film di CCF pada pukul 1445 WIB dibatalkan.

Dari sejumlah media internet di Jakarta, dikabarkan Japan Foundation juga membatalkan agenda pemutaran filmnya.

Serbuan FPI terhadap acara serupa sudah sering terjadi, terakhir pada sebuah seminar pembekalan untuk kalangan waria di Depok, April lalu.

Q Film Festival -yang antara lain mempertunjukkan film-film bernuansa homoseksualitas- sudah sembilan kali dilangsungkan di Jakarta.

Film-film yang diputar dipertunjukkan pula di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Bali, namun belum ada laporan tentang pembatalan di kota-kota tersebut.

Festival tahunan tersebut direncanakan akan berlangsung hingga 3 Oktober.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.