Terbaru  4 November 2010 - 14:05 GMT

KPK kesulitan hadirkan Nunun Nurbaeti

KPK

KPK kesulitan mendatangkan Nunun Nurbaeti

Nunun Nurbaeti, saksi kunci dalam perkara suap pada pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dimenangkan Miranda Goeltom, kembali tidak hadir dalam pemeriksaan KPK .

Nunun untuk ketiga kalinya mengaku sakit dan tidak bisa memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari Rabu.

Nunun merupakan saksi dalam perkara suap dengan tersangka 26 anggota DPR periode 1999-2004.

Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan keterangan Nunun sangat dibutuhkan dalam proses pemeriksaan.

"Keterangan Bu Nunun penting dalam rangka menelusuri siapa sebenarnya pemberi TC (Traveller's cheques)," kata Johan.

"Dia saksi penting tetapi bukan satu-satunya. Kalau dia memang tidak bisa, tentu tidak mandek di Bu Bunun karena masih ada saksi-saksi lain."

Pendapat lain

Keterangan Bu Nunun penting dalam rangka menelusuri siapa sebenarnya pemberi TC

Johan Budi

Johan mengatakan saat ini KPK tengah melihat kemungkinan untuk meminta pendapat dari ahli medik lain soal hasil pemeriksaan kesehatan yang dikeluarkan oleh pihak Nunun Nurbaeti.

Namun ahli Hukum Pidana dari UGM, Eddy Hiariej mengatakan langkah KPK untuk memeriksa surat dokter Nunun, lambat.

Dan menurutnya jika memang keterangan dokter menyatakan Nunun sakit, KPK tidak bisa memaksanya.

"Pertanyaannya adalah apakah sudah ada tim dokter yang ditunjuk KPK untuk memeriksa keshatan Nunun Nurbaeti," kata Eddy kepada BBC Indonesia.

"Kalau tim dokter yang dibentuk KPK mengatakan Nunun dalam keadaan sakit, memang tidak bisa diproses."

Eddy berpendapat keterangan Nunun sebagai saksi sangat penting dan jika dia tidak bisa dihadirkan maka sejumlah tersangka kemungkinan bisa lepas dari sangkaan atas kasus suap ini.

Nama Nunun disebut oleh sejumlah terpidana sehubungan dengan cek yang diduga melibatkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Gultom.

Walau sudah ada 26 tersangka dan empat terpidana, KPK belum berhasil menemukan pihak yang memberikan suap kepada mereka.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.