Aburizal Bakrie laporkan lima media ke Dewan Pers

aburizal bakrie
Image caption Aburizal merasa namanya tercemar oleh pemberitaan media

Pengusaha Aburizal Bakrie melaporkan lima media massa ke Dewan Pers dengan tuduhan menyebarkan berita bohong.

Tuduhan itu dialamatkan ke harian Kompas, Media Indonesia, stasiun Metrotv, SCTV, dan situs berita Detik.com.

Pengaduan untuk Metrotv dan SCTV berlaku pula untuk situs Metrotvnews.com dan Liputan6.com.

Berita yg dipersoalkan Bakrie bermula dari laporan Kompas tanggal 12 November 2010.

Laporan itu dianggap mencemarkan nama Aburizal Bakrie karena menyebut dirinya bertemu Gayus Tambunan, terdakwa kasus penggelapan pajak, di Bali.

Mencoba menengahi

Beberapa media massa lain dinilai ikut menyebarkan berita tersebut.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

"Laporan ini tidak menutup hak Aburizal untuk lapor ke polisi," kata Aji Wijaya, pengacara yg mewakili Aburizal Bakrie.

Menurut Aji, laporan kali ini berbeda dengan beberapa kasus sebelumnya karena untuk kasus terbaru ini, Aburizal Bakrie merasa benar-benar dicemarkan.

"Sekarang orang di luar melihat Aburizal mengemplang pajak. Ini sangat buruk bagi Aburizal sebagi public figure," tambah Aji.

Sebelumnya Aburizal Bakrie sudah beberapa kali mengadu ke Dewan Pers terkait pemberitaan media, namun berakhir damai tanga gugatan pidana.

Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengatakan akan mencoba menengahi kasus ini dengan melibatkan media-media terkait.

Berita terkait