Terbaru  30 November 2010 - 12:38 GMT

Ambang batas kursi DPR diperdebatkan

DPR

Ambang batas perolehan kursi DPR diusulkan naik menjadi 5%

Ambang batas perolehan kursi DPR masih menjadi salah satu isu pembahasan revisi UU tentang Penyelenggaraan Pemilu.

Usulan kenaikan ambang batas dari 2,5% menjadi 5% diusung oleh Partai Golkar dengan alasan untuk membatasi keterwakilan partai politik di DPR.

Soalnya, kata Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, jumlah partai yang sedikit di DPR akan memperkuat sistem presidensial di Indonesia dan kinerja lembaga lebih efektif.

"Untuk menjamin efektivitas kinerja lembaga itu dan dari sisi penggunaan anggaran tentu lebih efisien," kata Idrus.

Idrus membantah tudingan yang menyebutkan bahwa usulan Golkar itu bertujuan untuk membatasi jumlah partai di Indonesia tetapi menurutnya, langkah ini bermaksud mengurangi partai di parlemen.

Tak terwakili

Namun partai lain mempunyai pandangan berbeda, termasuk partai terbesar di parlemen, yaitu Partai Demokrat yang mengusulkan angka 3,5%.

tu tergantung pada kesadaran dan daya kritis pemilih. Kalau pemilih kita semakin kritis jadi sudah menilai partai mana akan lolos ke DPR dan mana yang tidak

Ramlan Surbakti

Partai Gerindra, yang dalam pemilu 2009 hanya meraih suara sekitar 4,4%, ingin batas ambang parlemen tetap pada angka 2,5%.

"Angka 2,5% adalah sesuatu yang sudah cukup menjadikan partai politik tumbuh. Saya kira memang cukup berat tapi di sisi lain kita juga harus memperhatikan keterwakilan, " kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.

"Dan jangan sampai rakyat memilih, mereka sudah tahu pasti bahwa alamatnya tidak jelas sehingga suara pemilih akan hilang," lanjut Muzani.

Dia menambahkan bila ambang batas dinaikkan menjadi 5% maka sekitar 30-32 juta suara diperkirakan akan hilang.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Airlangga Ramlan Surbakti mengatakan kenaikan ambang batas parlemen tidak serta merta membuat suara yang tidak terwakili membengkak.

"Itu tergantung pada kesadaran dan daya kritis pemilih. Kalau pemilih kita semakin kritis jadi sudah menilai partai mana akan lolos ke DPR dan mana yang tidak, tentu pemilih tidak akan memilih partai yang tidak lolos ambang batas sehingga tidak sendirinya jumlah pemilih yang tidak terwakili akan meningkat," kata Ramlan.

Saat ini di DPR ada sembilan partai yang memiliki perwakilan, dari 34 partai peserta pemilu tahun 2009.

Banyak kalangan berpendapat bahwa jumlah 34 itu terlalu banyak untuk sebagian pemilih Indonesia yang berpendidikan relatif rendah sehingga tidak mempunyai informasi yang cukup saat mencoblos.

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.