Tiga tewas dalam bentrok Ahmadiyah di Pandeglang

demo anti-ahmadiyah
Image caption Beberapa pihak meminta Ahmadiyah di Indonesia dibubarkan

Setidaknya tiga orang dipastikan tewas dan lima lainnya luka berat dalam bentrok antara anggota Ahmadiyah dan warga di Desa Umbulan, Cikeusik, Pandeglang, hari Minggu (6/2).

Kapolres Pandeglang AKBP Alex Fauzi Rasyad mengatakan bentrok bermula dari penolakan anggota Ahmadiyah meninggalkan Umbulan.

"Warga tadinya ingin mengusir, bukan menyerang. Tapi ada anggota (Ahmadiyah) yang ingin mempertahankan tempat tersebut," kata Rasyad.

Ia menjelaskan kelompok yang ingin bertahan berasal dari Jakarta.

"Akhirnya terjadilah bentrok tersebut yang menyebabkan tiga meninggal hingga sejauh ini," kata Rasyad pada Minggu malam.

Rasyad menambahkan 200 anggota polisi yang dikerahkan telah menguasai keadaan. Sekitar 200 anggota lainnya disiagakan untuk mengantisipasi situasi di lapangan memburuk.

Ia mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini dan belum menetapkan nama-nama tersangka.

Surat keputusan bersama

Ketua Umum Jamaah Ahmadiyah Indonesia Zafrullah Ahmad Pontoh mengatakan para anggotanya telah menerima ancaman dan pada hari Minggu mereka berjaga-jaga.

"Kegiatan mereka itu berjaga-jaga sambil sholat. Kemudian mereka diserang lantas mereka membela diri," kata Zafrullah.

Bentrok antara warga dan anggota jamaah Ahmadiyah tidak sekali ini terjadi.

Pada tahun 2008, pemerintah mengeluarkan surat keputusan bersama (SKB) yang ditandatangani menteri agama, dalam negeri, dan jaksa agung, untuk mengakhiri konflik.

Dalam SKB itu antara disebutkan pelarangan penafsiran suatu agama dan perintah bagi jamaah Ahmadiyah untuk menghentikan kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran agama Islam.

Disebutkan pula masyarakat tidak boleh melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut jemaah Ahmadiyah.

Ketua Umum Jemaah Ahmadiyah Zafrullah Ahmad Pontoh mengatakan banyak pihak keliru dalam memahami SKB.

"Mungkin karena minimnya sosialisasi banyak yang mengira SKB itu adalah surat pelarangan Ahmadiyah," kata Zafrullah yang menganggap SKB itu sendiri seharusnya batal demi hukum karena melanggar konstitusi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan mengatakan Ahmadiyah belum melaksanakan isi SKB antara lain ditandai dengan masih adanya aktivitas dari jamaah tersebut.

"Kami mengusulkan agar Ahmadiyah menjadi agama tersendiri seperti di Pakistan," kata Amidhan.

Ia mengatakan usul ini sudah disampaikan ke pemerintah namun usul tersebut dianggap tidak menyelesaikan persoalan.

Berita terkait