Puluhan orang Rohingya terdampar di Aceh

Terbaru  17 Februari 2011 - 12:51 GMT
Ke-129 warga Rohingya ditampung di Pelabuhan Krueng Raya Aceh setelah ditarik ke darat

Ke-129 warga Rohingya ditampung di Pelabuhan Krueng Raya Aceh setelah ditarik ke darat

Aparat Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darusalam tengah menangani sebanyak 129 orang warga etnis muslim Rohingya, yang ditemukan dalam sebuah perahu di perairan dekat Pelabuhan Krueng Raya.

Orang-orang dari Birma dilaporkan terkatung-katung beberapa hari di laut setelah mesin perahu kayu mereka macet.

Perahu kayu mereka yang berukuran panjang 14 meter ditarik oleh warga setempat Rabu dini hari (16/02/2011).

Orang-orang yang semuanya pria itu kini ditampung di salah satu terminal pelabuhan Krueng Raya di bawah pengawasan polisi.

Kombes Muhammad Zaini, Direktur Kepolisian Perairan Polda Aceh, mengatakan kepada BBC bahwa polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap sebagian warga Rohingya tersebut.

''Mereka mengaku meninggalkan negaranya [Birma] dengan alasan mereka mereka menghindari tekanan ataupun kekerasan terhadap warga suku Rohingya ini,'' kata Zaini.

Orang-orang asing itu juga menyatakan mereka telah berada di laut selama 20 hari sebelum akhirnya diselamatkan oleh warga Aceh.

Ketika ditemukan, orang-orang Rohingya itu dalam keadaan sangat lemah dan kelelahan.

Tujuh orang harus menjalani perawatan, termasuk tiga yang harus menerima infus, untuk memulihkan kondisi kesehatan mereka

''Dalam perjalanan sekitar dua puluh hari, mereka kekurangan bahan makan dan kekurangan minum. Ada juga yang mengalami sakit,'' kata Zaini.

Warga Rohingya terdampar di Aceh

Sebanyak 129 orang warga etnis muslim Rohingya, yang ditemukan dalam sebuah perahu di perairan Aceh, ditampung di Pelabuhan Krueng Raya, kata Kombes Muhammad Zaini dari Polda Aceh.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Tukar format AV

Warga setempat berinisiatif memberikan baju dan bantuan lain kepada mereka.

Tindak lanjut

Setelah menjalani pemeriksaan medis dan perawatan, mereka ditempatkan di salah satu terminal di pelabuhan Krueng Raya.

Aparat kepolisian kini berkoordinasi dengan pemda setempat, aparat imigrasi, dan kementerian luar negeri untuk memutuskan penanganan mereka selanjutnya.

Menurut catatan Polda Aceh, aparat telah menangani lebih dari tiga kasus warga Rohingya terdampar dan ditolong nelayan Aceh naik ke darat.

''Mudah-mudahan kasus yang sekarang ini, 129 orang suku Rohingya, bisa cepat tuntas untuk ditindaklanjuti,'' kata Zaini.

Menurut Zaini, dalam peristiwa serupa sebelumnya, warga Rohingya kemudian dikembalikan negara asal atau dikirim ke negara ketiga yang bersedia menampung mereka.

Orang Rohingnya bermukim di negara bagian Rakhine di belahan utara Burma, tak jauh dari perbatasan dengan Bangladesh.

Dalam beberapa tahun terakhir, puluhan ribu warga etnis Rohingya berusaha mengungsi ke Bangladesh, Malaysia, dan kawasan Timur Tengah.

''Kami meninggalkan Myanmar (Burma), sebab kami diperlakukan secara kejam oleh militer. Musim di sana dibunuh dan disiksa,'' kata Nur Alam, 27 tahun, salah seorang warga Rohingya yang ikut dalam perahu yang ditarik ke Aceh hari Rabu, seperti dikutip kantor berita AFP.

Pemerintah Burma dituding tidak mengakui etnis muslim Rohingya sebagai warga negara mereka.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.