Orangutan terancam masuk 'killing zone'

Terbaru  17 Februari 2011 - 13:50 GMT
Orang utan

Bayi orang utan diselamatkan dari warga yang menjadikan hewan peliharaan di Kalimantan

Sekitar 1200 orangutan yang akan dilepaskan dari pusat rehabilitasi ke hutan liar terancam nyawanya.

Bahkan pegiat menyebutkan pelepasan mereka tanpa jaminan keamanan seperti melepaskan mereka ke "killing zone".

"Saat in ada sekitar 1200 orang utang yang berada di pusat-puast rehabilitasi. Yang mau dilepaskan ke Muara Wahau, Kalimantan Timur, rencananya ada 127 orang utan," kata Direktur Eksekutif Centre for Orang Utan Protection (COP) Hardi Baktiantoro.

"Menurut pengamatan kami, kawasan Muara Wahau merupakan tempat dimana terjadi kejahatan kehutanan yang sangat masif," tuturnya kepada BBC.

"Kalau tidak ada jaminan keamanan dari pemerintah seperti melepaskan mereka kepada 'killing zone', karena pemburu, pedagang orangutan dan illegal logging merupakan ancaman nyata di sana," tegasnya.

Menurut Hardi pihaknya mendesak pemerintah mengamankan kawasan itu untuk menjaga orangutan yang dilepas liarkan.

Hari menambahkan pelepasan orang utan sulit di Kalimantan karena, katanya, pada dasarnya tidak ada satu jengkal tanah pun di Kalimantan yang belum dibeli perusahaan.

Terbatas

Menanggapi kekhawatiran kalangan dari lembaga pelindung satwa liar, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Darori mengatakan, lembaga yang akan melepaskan orangutan sebaiknya mencari daerah aman.

"Kalau tidak ada jaminan keamanan dari pemerintah seperti melepaskan mereka kepada 'killing zone', karena pemburu, pedagang orang utan dan ilegal logging merupakan ancaman nyata di sana"

Hardi Baktiantoro

"Berarti surveynya salah dalam mencari lokasi. Lokasi itu sebaiknya yang aman dari orang, dari perkebunan dan cukup aman makanannya," katanya.

Mengenai penjagaan orang utan di kawasan hutan, Darori mengatakan pemerintah bisa melakukannya, meski dengan sarana terbatas.

"Ya bisa melindungi mereka tapi khan perbandingannya kawasan hutan yang jaga itu satu berbanding 5.000 hektar," tandasnya.

"Kemampuan kita juga terbatas, sarana terbatas sedangkan rumah yang dijaga satpam saja bisa kecurian," lanjutnya.

Oleh karena itu untuk menghindarinya untuk keselamatan satwa benar-benar mencari lokasi yang aman

"Posisi orangutan itu rawan tapi kita bersama masyarakat meningkatkan penyuluhan. Masyarakat di sekitar hutan di Indonesia ada 40 juta dan 10 juta di antaranya miskin mereka mencari sesuatu yang gampang," katanya Darori.

"Tugas kita mensejahterakan mereka sekitar hutan. Pemerintah memiliki program hutan rakyat dan hutan kemasyarakatan. Anggaran untuk untuk kegiatan rehabilitasi hutan hampir tiga triliun rupiah," katanya.

Menurut sejumlah pakar, seperti dikutip AFP, sekitar 50.000 sampai 60.000 orangutan di hutan liar sebanyak 80% di antaranya berada di Indonesia dan Malaysia. Orangutan terancam punah dengan meningkatnya perburuan dan pengundulan hutan.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.