Raker BBM ditunda

Terbaru  8 Maret 2011 - 14:03 GMT
mikrolet

Akankah kebijakan BBM menimbang keberadaan angkutan umum

Rapat kerja antara Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Ketua Komisi VII DPR mengenai pengaturan bahan bakar minyak yang semestinya dilakukan Selasa (08/02) ditunda hingga beberapa minggu kedepan.

Rapat kerja ini semestinya merupakan rapat lanjutan dari tanggal 13 Desember 2010 lalu untuk membahas kajian pengaturan bahan bakar yang dilakukan pemerintah.

Banyak anggota DPR keberatan dengan hasil kajian yang baru karena menurut wakil Ketua Komisi VII Effendi Simbolon kepada BBC Indonesia laporannya baru diterima sesaat sebelum pertemuan akan berlangsung.

Sebagian anggota DPR itu meminta waktu untuk mempelajarinya, ''Walau sebetulnya pemerintah sendiri belum siap dengan pemaparan kajian dan kebijakan yang akan mereka tempuh,'' tambah Effendi Simbolon lagi.

Pemerintah dalam rapat koordinasi menteri-menteri bidang ekonomi dua hari lalu telah menyepakati tiga pilihan kebijakan.

Pilihan pertama, menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar lima ratus rupiah bagi semua kendaraan kecuali angkutan umum. Kemudian yang kedua, pengalihan BBM bagi kendaraan pribadi dari premium ke pertamax. Sementara yang terakhir adalah menyiapkan sistem penjatahan bbm jenis premium.

Bagi anggota DPR Totok Daryanto pilihan pemerintah haruslah nantinya juga menimbang ongkos sosial politik dan tidak sekadar ekonomi.

''Bisa juga nanti ada modifikasi dari tiga opsi itu dan waktunya jangan April karena terlalu mepet,'' kata Totok Daryanto. ''Setelah itu baru disosialisasi dulu biar masyarakat memahami.''

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.