Pembangunan PLTN Indonesia dilanjutkan

Terbaru  14 Maret 2011 - 14:35 GMT
Ledakan di reaktor Fukushima

Ledakan di reaktor Fukushima membuat pegiat Indonesia khawatir pembangunan PLTN

Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN) menyatakan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir masih akan diteruskan meski muncul insiden kerusakan pembangkit nuklir Fukushima di Jepang akibat gempa dan tsunami.

Pemerintah telah menetapkan pegunungan Muria di Jawa Tengah sebagai lokasi pembangunan reaktor nuklir.

Namun rencana ini terus ditolak oleh masyarakat setempat dan para pegiat lingkungan hidup, karena alasan keamanan.

Kini setelah gempa Jepang berdampak kerusakan pada reaktor nuklirnya di Fukushima, isu keamanan dari risiko gempa muncul kembali.

Badan Tenaga Nuklir Indonesia, BATAN, menolak kekhawatiran ini. Namun, menurut Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas BATAN Ferhat Aziz, pemerintah juga menyiapkan opsi tempat lain yaitu wilayah Bangka Belitung.

"Kita sedang melakukan penelitian studi kelayakan lokasi yang jauh dari tsunami, jauh dari gempa jauh dan dari gunung meletus yaitu di Bangka Belitung," katanya.

"Lokasi Bangka Belitung tidak pernah merasakan gempa, tidak ada gunung merapi di dekat situ. Secara kasat aman dari tsunami. Sedangkan lokasi di Muria kita tunda karena masyarakat di sana belum menerima PLTN dengan baik walaupun lokasi di Muria itu aman," katanya.

Pro dan kontra

Pembangunan PLTN Muria dilanjutkan

Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas BATAN Ferhat Aziz mengatakan kepada Heyder Affan pembangunan PLTN Muria diteruskan dengan opsi di Bangka Belitung.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Tukar format AV

Bagaimanapun, pro dan kontra pembangunan PLTN di Gunung Muria terus berlanjut sampai sekarang.

Terakhir ormas Islam Nadhlatul Ulama (NU) yang didukung oleh kalangan masyarakat di wilayah sekitar Muria mengharamkan pembangunan reaktor tersebut.

Dukungan pun diberikan oleh para pegiat lingkungan hidup, seperti dari LSM Wahana Lingkungan Hidup.

Ali Akbar, deputi direktur Walhi dan pegiat anti pembangunan PLTN juga mempertanyakan alasan Batan yang menyebut daerah Bangka Belitung aman untuk lokasi pembangunan reaktor nuklir itu.

"Pembangunan listrik tenaga nuklir tidak serta merta dan goncangan gempa ketika sekali seumur hidup mungkin ya dikategorikan aman akan tetapi perlu diingat gempa itu terjadi secara terus menerus"

Ali Akbar

"Pembangunan listrik tenaga nuklir tidak serta merta dan goncangan gempa ketika sekali seumur hidup mungkin ya dikategorikan aman akan tetapi perlu diingat gempa itu terjadi secara terus menerus," jelasnya.

"Ketika disebutkan ada sumber air panas disitu tidak mesti muncul gunung berapi tetapi dilewati oleh jalur. Itu yang terpenting," katanya.

Alasan yang selalu dikemukakan pemerintah, pembangunan reaktor nuklir dibutuhkan sebagai sumber energi alternatif pemasok tenaga listrik.

Energi ini juga dianggap lebih ramah lingkungan ketimbang minyak atau lainnya.

Namun yang menjadi alasan penolakannya juga tak kalah penting, yaitu alasan keamanan, setelah reaktor nuklir di Chernobyl, Russia meledak pada tahun 1986 dan dampaknya dirasakan sampai sekarang.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.