Latihan hadapi tsunami di Manado

Kesiapan hadapi tsunami di Manado Hak atas foto AP
Image caption Warga Manado siaga saat hadapi ancaman bahaya tsunami kiriman dari Jepang, Jumat (11/3)

Latihan gabungan penanggulangan bencana yang dikuti 3000 peserta dari 20 negara mulai digelar di Manado Sulawesi Utara.

Indonesia Timur dipilih, karena merupakan daerah yang memiliki potensi bencana yang besar, seperti gempa dan tsunami.

Latihan gabungan yang melibatkan masyarakat sipil dan unsur militer ini, ditargetkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah lokal dalam menghadapi bencana.

Jepang yang tengah dilanda bencana tetap mengirimkan wakilnya ke latihan gabungan penanggulangan gempa dan tsunami di Manado Sulawesi Utara yang melibatkan militer dan sipil dari 20 negara-negara Asia Pasifik.

Jaga kesiapan

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pelatihan gabungan ini bermanfaat untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dan pemerintah daerah Sulawesi Utara dalam menghadapi kejadian bencana gempa dan tsunami.

"Bupati dan walikota menjadi penanggung jawab utama penanggulangan bencana sedangkan gubernur dan pemerintah pusat membantu dengan keterlibatan TNI dan Polri," jelas Sutopo.

"Dalam skenario ketika terjadi gempa menimbulkan tsunami dahsyat, apa yang dilakukan pemerintah daerah dalam tanggap darurat sebelum datang bantuan nasional internasional," katanya.

BNPB menyebutkan Sulawesi memiliki resiko bencana gempa dan tsunami yang tinggi karena terletak di wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik dunia.

Potensi bencana yang besar ini membuat pemerintah Sulawesi utara menyiapkan jalur-jalur evakuasi untuk masyakarat dan secara rutin melakukan latihan penanggulangan bencana di daerah antara lain di sekolah-sekolah.

Kepala Bagian Humas Pemda Sulawesi Utara, Christian Sumampow mengatakan, "Kalau perangkat pendukung penanggulangan bencana seperti BNPB dan SAR Daerah latihannya rutin dilakukan. Di sekolah juga diajarkan persiapan menghadapi ancaman bencana seperti tsunami."

Meski demikian, dia menambahkan kesiapan masyarakat terhadap bencana tsunami terlihat ketika BMKG mengeluarkan peringatan tsunami untuk Indonesia Timur pasca bencana di Jepang.

Papua belum

Namun berbeda dengan Sulawesi Utara banyak wilayah Indonesia timur yang belum pernah mengadakan pelatihan antisipasi bencana.

Herawati warga Jayapura Papua mengatakan selama tinggal selama lebih dari 10 tahun di Jayapura, tak pernah diberikan pelatihan penanganan bencana dari pemerintah daerah.

"Kita di daerah Jayapura dikelilingi laut tapi tidak ada himbauan atau informasi dari pemerintah soal bagaimana menghadapi bencana," katanya.

BNPB menyebutkan peringatan dini tsunami dapat dilakukan dengan cara menggali kearifan lokal, dan tidak hanya mengandalkan kesiapan infrakstruktur.

Indonesia memiliki lebih dari 20 alat deteksi dini tsunami atau buoy yang dipasang di sejumlah perairan di Indonesia, antara lain di Sulawesi tetapi sebagian besar rusak atau hilang.

Berita terkait