Puluhan rumah tertimbun lahar dingin Merapi

Gunung Merapi Hak atas foto AP
Image caption Banjir lahar dingin pekan ini merupakan yang terbesar sejak Gunung Merapi meletus tahun lalu.

Banjir lahar dingin Gunung Merapi kembali menerjang puluhan unit rumah di pinggir Sungai Gendol, Opak, Code, dan Sungai Putih.

Beberapa kawasan yang menderita serbuan lahar dingin itu antara lain terletak di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Magelang.

Laporan-laporan menyebutkan dalam tiga hari terakhir sedikitnya 41 unit rumah rusak akibat tertimbun lahar dingin di sejumlah desa di Kabupaten Sleman, sementara di Kabupaten Magelang kurang-lebih 37 rumah yang tertimbun

Banjir lahar dingin dan luapan material vulkanik ini disebut sebagai yang paling besar sejak Gunung Merapi meletus tahun lalu.

Dan Kepala Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kegunungapian, BPPTK, Subandriyo, mengatakan bahwa banjir lahan dingin masih akan terjadi selama musim hujan.

"Sampai saat ini dari jumlah material yang berpotensi menjadi lahar, itu baru turun sekitar 30%. Artinya masih ada 70% yang belum turun. Itu yang berpotensi menjadi lahar pada musim hujan mendatang."

Adapun musim hujan, tambah Subandriyo, diperkirakan masih akan berlangsung sampai bulan April.

"Tetapi intensitas hujan tidak setinggi sebelumnya. Jadi dalam waktu dekat, tidak ada ancaman yang besar," tuturnya.

Akibat banjir lahar dingin ini, ratusan orang yang tinggal di dekat aliran sungai harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Namun sebagian besar dari mereka menolak tinggal di tempat pengungsian dan memilih kembali ke rumahnya setelah banjir itu surut.

Pemerintah sejauh ini sudah membangun tanggul darurat di sepanjang alur Sungai Putih di Kabupaten Magelang, tetapi sebagian warga menuntut agar tanggul itu lebih dibuat permanen, kuat, dan lebih tinggi.

Berita terkait